Jelang Pilpres, Amien Rais Sebut Banyak Survei Tipu-tipu Bergentayangan

Politikus senior PAN Amien Rais

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai segala trik-trik dagangan politik yang kerap membuat opini.

“Kita harus awasi trik orang-orang yang memang menyongsong pilpres mendatang. Antara lain saya diberitahu karena di sebuah negara antah berantah mau ada pilihan kepala negara,” kata Amien di DPP PAN Jl Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (23/8) malam.

Salah satu trik yang dimaksud Amien adalah poling dari lembaga survei. Padahal, lembaga survei tersebut datang untuk menawarkan diri kepada salah satu paslon agar menggunakan jasanya.

“Nah ada lembaga survei atau poling yang sudah punya nama kemudian menawarkan pada salah satu kompetitor yang akan bertanding itu. Kira kira eh pak kalau you kasih kami sekian nanti hasil pollingnya bagus untuk bapak. tapi si bapak gak mau,” sebutnya.

“Kemudian ditantang yang satunya lagi sehingga di negara tadi itu. Tiba tiba nongol hasil yang tidak masuk akal,” sambungnya.

Ia menegaskan, hal- hal seperti itu agar tak perlu ditanggapi serius karena hasil akhirnya itu ada pada saat pemungutan suara di TPS.

“Nah seperti ini lebih baik diabaikan saja,” tegas tokoh yang kerap dijuluki Lokomotif Reformasi ini.

Seperti diketahui, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas dua pangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Survei itu dilakukan pasca pendaftaran Pilpres 2019 yakni tanggal 12-19 Agustus 2018.

Hasil survei dipaparkan oleh peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby yang menyebut elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul atas Prabowo-Sandi. Bahkan LSI Denny JA menyebut Jokowi telah mencapai the magic number dalam survei elektabilitas kali ini. Meski demikian, yang perlu dicermati adalah masih tingginya pemilih yang belum memutuskan pilihan, yaitu sebesar 18,3 persen.

“Pasangan Jokowi-Ma’ruf mencapai the magic number, di atas 50%, hampir sama dengan perolehan Jokowi di Pilpres 2014,” kata Adjie di kantor LSI, di Jakarta, Selasa (21/8).