Jasa Marga Dorong Optimalisasi Strategi Korporasi

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jasa Marga di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/9)

MONITOR, Jakarta – Jasa Marga telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (5/9). Rapat tersebut membahas dua agenda utama, yakni evaluasi kinerja smester 1/2018 dan pergantian pengurus.

Selain dua agenda tersebut, Corporate Secretary PT Jasa Marga M Agus Setiawan menuturkan, RUPSLB juga menyepakati perlunya strategi Perseroan dalam jangka panjang, hal itu guna menjaga pencapaian target jangka panjang.

“Kinerja Perseroan sepanjang smesterI Tahun 2018 menunjukkan hasil yang positif baik dari kinerja pengembangan jalan tol, kinerja dan inovasi dalam skema pendanaan,” ujar Agus Stiawan.

Ya, di tengah masa ekspansi, Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan EBITDA. Pada semester I Tahun 2018, EBITDA mencapai Rp 2,9 Triliun atau tumbuh 10,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Aset Perseroan pun tumbuh cukup signifikan, yaitu menjadi Rp 87,5 Triliun pada semester I tahun 2018, atau meningkat sebesar 10,5 persen dibanding dengan di akhir tahun 2017. Pada semester I tahun 2018 tercatat laba bersih Jasa Marga sebesar Rp 1,05 Triliun, meningkat 2,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Selama semester I tahun 2018, Jasa Marga telah menyelesaikan 61,25 Km jalan tol operasi. Perinciannya adalah:

  1. Ruas Tol Ngawi-Wilangan sepanjang 52 Km terdiri dari:
  • Seksi Interchange Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 Km, yang dioperasikan PT Jasamarga Solo Ngawi
  • Seksi Klitik (Ngawi)-Wilangan sepanjang 48 Km, yang dioperasikan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri.

2. Ruas Tol Bogor Ring Road Seksi 2B (Kedung Badak-Simpang Yasmin) sepanjang 2,65 Km

3. Ruas Tol Gempol Pasuruan Seksi Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 Km

Selain itu, hingga Agustus tahun 2018, Jasa Marga juga telah menambah 45,97 Km jalan tol operasi baru melalui pengoperasian Ruas Tol Solo-Ngawi Seksi Kartasura-Sragen sepanjang 35,22 Km dan Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi Simpang Susun Tanjung Morawa- Simpang Susun Parbarakan sepanjang 10,75 Km.

Dengan tambahan lebih dari 100 km jalan tol operasi baru hingga akhir Agustus, saat ini Jasa Marga total telah mengoperasikan 787,5 km jalan tol di Indonesia atau menguasai market share sebesar 65% dari total jalan tol beroperasi di Indonesia dan 80% dari total volume transaksi. Hingga akhir 2018, Jasa Marga menargetkan sekitar 200 Km tambahan ruas jalan tol beroperasi.

Di tengah masa ekspansi tersebut lah, kata Agus Setiawan, Jasa Marga juga harus menjaga struktur permodalan dan kinerja Perseroan. Tidak ada acara lain, selain melakukan berbagai strategi inovasi pendanaan. Pada semester I tahun 2018, Jasa Marga telah menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Dengan diterbitkannya skema pendanaan yang baru, Jasa Marga telah membuka potensi pasar baru dalam bidang pendanaan.

“Terbaru, Jasa Marga juga melepas kepemilikan minoritas saham di PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) yang mengoperasikan Ruas Tol JORR W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk). Pelepasan saham sebesar 19,05% merupakan upaya Jasa Marga untuk mendapat tambahan pendanaan untuk mendukung ekpansi Perseroan,” terangnya.

Selain pengoperasian jalan tol, Jasa Marga juga terus meningkatkan bisnis usaha lain, seperti layanan transaksi dan layanan lalu lintas melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO); layanan pemeliharaan dan konstruksi jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM); dan meningkatkan investasi properti dan peningkatan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui PT Jasamarga Properti (JMP). Dari sisi pengembangan usaha lain, Jasa Marga mentargetkan pengembangan usaha lain memberikan kontribusi 20% dari total pendapatan usaha Jasa Marga.

“Bagi Jasa Marga, tahun 2018 merupakan tahun yang penting karena Perseroan berhasil menjaga komitmen dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung rencana Pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah. Oleh sebab itu, Jasa Marga senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam baik dalam bidang pendanaan, pengembangan usaha maupun operasional sehingga dapat melayani masyarakat luas, khususnya pengguna tol, dengan makin optimal,” pungkasnya.