Tiga Rekomendasi FSGI Terkait UNBK Tahun 2018

MONITOR, Jakarta – Berdasarkan kesiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berkaitan dengan berbagai kendala dan teknis, maka Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait permasalahan UNBK.

Berikut ini tiga rekomendasi dari FSGI:

Pertama, Pemerintah harus serius dalam penyediaan sarana komputer di sekolah dengan memberikan stressing khusus pembelian komputer dari dana BOS seperti halnya 20% BOS untuk Buku K-13. Pemerintah juga harus melakukan edukasi kepada proktor dan teknisi sekolah secara merata seperti jenjang pelatihan K-13 yang sudah dilakukan.

Kedua, Hasrat untuk menyiapakan generasi bangsa memasuki era Revolusi Industri 4.0, harus dibarengi dengan keterasediaan sarana-prasarana berbasis TIK/Komputer, termasuk akses internet yang baik. Jika prasyarat di atas tak dipenuhi, setidaknya yang diukur dalam pelaksanaan UNBK ini, maka generasi yang siap memasuki industri 4.0 hanya sebatas angan-angan belaka.

Ketiga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah seharusnya melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) karena FSGI menemukan adanya perbedaan struktur dasar program yang digunakan pada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dengan UNBK sehingga cukup menyulitkan proktor MA untuk sinkron ke UNBK.