Lingkar Studi Santri Ajak Semua Pihak Sinergi Perangi Hoaks

Direktur Lingkar Studi Santri (LISSAN) Aang Fatihul Islam di kampus STIKIP PGRI Jombang, Jum'at (4/05) Siang.

MONITOR, Jombang – Direktur Lingkar Studi Santri (LISSAN) Aang Fatihul Islam mengatakan keberadaan informasi publik yang didukung dengan teknologi yang canggih di sosial media membuat banyak kalangan mudah mendapatkan akses informasi berita. Namun hal positif tersebut dikotori oleh peredaran berita palsu (hoaks) oleh beberapa oknum yang ingin merusak dan memecah belah tali persaudaraan bangsa.

“Berita hoaks merupakan berita yang tidak sehat dan perlu diperangi dengan beberapa strategi khusus agar umat islam tetap rukun dan damai,” kata Aang saat ditemui media di kampus STIKIP PGRI Jombang, Jum’at (4/05) Siang.

Aang yang juga ketua Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (LDNU) Kabupaten Jombang ini juga mengajak masyarakat khususnya para umat islam agar tidak terpengaruh oleh fitnah-fitnah pemberitaan bohong tersebut, khususnya kalangan muda yang mendominasi penggunaan smartphone.

“Umat islam, khususnya generasi muda kita harus cerdas dalam mengkonsumsi berita apakah itu berita hoak atau berita asli, tentunya diperlukan strategi khusus dalam melacak berita itu hoaks atau tidak agar tidak ikut menyebar berita hoaks tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya,” pinta Aang.

Dosen STIKIP PGRI Jombang ini juga mengapresiasi langkah Kapolri yang cepat dan tegas dalam memerangi pemberitaan hoaks. Kendati demikian, Aang juga meminta keterlibatan publik khususnya generasi muda untuk terlibat aktif dalam upaya memerangi berita hoaks, agar tidak menjadi virus pemecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Menurut saya gerakan kapolri sangat positif, tinggal disinergikan dengan berbagai pihak dan membentuk cyber crime di berbagai titik, karena seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia dominan pengguna medsos maka tidak menutup kemungkinan hampir tiap hari menjadi sasaran berita hoaks,” pungkasnya.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia