KPAI Telusuri Polemik Larangan Imunisasi MR

Komisioner KPAI bidang kesehatan dan NAPZA

MONITOR, Jakarta – Beredarnya himbauan MUI tentang larangan suntik vaksin campak (meales) dan rubella atau vaksin MR di bulan imunisasi ini, menjadi perhatian serius KPAI.

Menurut Sitti Hikmawatty, komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA, walaupun tidak dipublikasikan KPAI telah melakukan penelusuran pada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) yang masuk ke pengaduan KPAI.

“Kami sudah menghubungi pelapor tinggal menyesuaikan waktu untuk menyampaikan hasil telusuran tersebut,” ujar Sitty Hikmawati, dalam keterangan yang diterima MONITOR, Rabu (2/8).

Sitty mengatakan, pihaknya juga melakukan second opinion pada berbagai pihak. Menurutnya, meminta pendapat ahli yang lain atau biasa dikenal istilah second opinion adalah hal yang perlu di lakukan.

“Untuk meyakini bahwa langkah atau ikhtiar yang kita lakukan ini adalah yang paling optimal, paling maslahat hingga perlu dilakukan,” katanya.

KPAI melihat dari masing-masing pihak, sama-sama ingin menjaga kepentingan terbaik umat. Ada pihak yang ingin menjaga dari sisi syariat menjalankan ibadah sesuai agama yang diyakininya, sementara pihak lainpun ingin menjaga umat dari sisi kualitas sumber daya manusianya.

“Saya kira dua hal ini bisa bertemu dan saling mendukung. Yang penting dilakukan sekarang adalah bagaimana memandang masalah imunisasi/vaksinasi ini dari sisi Best practic for Child atau kepentingan terbaik anak,” tegas Sitty.

Sebab menurutnya, anak adalah golongan rentan yang membutuhkan proteksi lebih dibandingkan manusia dewasa lainnya.

Untuk itu, KPAI dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan para pihak terkait agar sama-sama menyampaikan argumentasi ataupun pertimbangan yang diyakini kebenarannya oleh masing-masing pihak tersebut.