SMP Presiden Jokowi Jadi Sekolah Rintisan PPK Kemdikbud

MONITOR, Surakarta – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah, menjadi sekolah perintisan dalam penerapan penguatan pendidikan karakter (PPK) mulai tahun pelajaran 2017/2018 kali ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, sekolah yang merupakan almamater Presiden Joko Widodo ini menerapkan lima hari sekolah dalam satu minggu.

"Ini merupakan hal baru bagi kami, karena sekolah lima hari baru mulai kami laksanakan di tahun ini," ujar Joko Slameto, Kepala SMP Negeri 1 Surakarta seperti dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Kamis (27/7/2017).

Joko menyampaikan, kegiatan PPK yang telah diterapkan di SMP Negeri 1 Surakarta meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum mulai pembelajaran, membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kelas sesuai jadwal, menempatkan barang yang telah digunakan sesuai dengan tempatnya, melakukan ibadah secara berjamaah, dan mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya.

"Hal-hal seperti ini kami terapkan agar siswa memiliki rasa nasionalisme, mandiri, gotong royong, disiplin, dan religius sesuai dengan lima prinsip dalam penguatan pendidikan karakter," tutur Joko.
Joko mengungkapkan, pendidikan karakter telah diimplementasikan di SMP Negeri 1 Surakarta jauh sebelum adanya peraturan pemerintah, seperti prinsip 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun).

"Hal-hal kecil seperti itu merupakan bagian dari pembentukan karakter anak agar terbiasa melakukan hal serupa di lingkungan masyarakat, sehingga anak mempunyai karakter yang positif," ungkapnya.

Selain itu, kata Joko Tristanto, Guru IPA SMPN 1 Surakarta, pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah juga diberlakukan untuk guru dan warga sekolah lainnya agar memacu guru menjadi panutan bagi siswa-siswi. "Dengan pendidikan karakter kami juga jadi selalu introspeksi diri apakah sudah dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswi kami," katanya.
Senada hal itu, Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Surakarta, Darsini menambahkan, penerapan penguatan pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.

"Generasi yang cerdas saja tidak cukup, tapi juga harus berkarakter sehingga akan selalu rendah hati, menghargai orang lain dan sopan santun dimanapun mereka berada," pungkasnya.