Sejarah Tsunami Dahsyat di Indonesia dalam 200 tahun terakhir

MONITOR – Hari ini, 26 Desember 2017 tepat 13 tahun lalu yaitu pada 26 Desember 2004 gempa berkekuatan 9,2 skala richter disusul tsunami yang terjadi di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 meluluhlantakkan sebagian Provinsi Aceh. Bencana tersebut mengakibatkan lebih dari 250 ribu orang meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. 

Tidak hanya pada 26 Desember 2014 silam, ternyata Indonesia juga pernah tercatat beberapa kali diterjang Tsunami Dahsyat setidaknya dalam 200 tahun terakhir. Berikut catatannya seperti dikutip dari berbagai sumber :

Tahun 1797 : Tsunami di Pesisir Sumatera Barat

Wilayah Pesisir Sumatera Barat pernah diterjang tsunami dahsyat pada 1797 silam. Tidak banyak catatan yang mendokumentasikan tsunami yang dipicu dengan gempa bumi berkekuatan 8,5 sampai 8,7 Skala Richter itu.

Tahun 1833 : Tsunami Pariaman dan Bengkulu 

3 tahun sesudah 1797, wilayah Sumatera kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 8,8 hingga 9,2 Skala Richter, tepatnya 25 November 1833. Gempa yang disusul gelombang tsunami ini terjadi karena patahnya segmen Palung Sumatera.

Gelombang tsunami itu menerjang daerah pesisir Barat Sumatera. Kawasan terdampak bencana alam ini utamanya yang terdekat dengan pusat gempa, yakni Pariaman dan Bengkulu.

Tahun 1883 : Tsunami Letusan Gunung Krakatau

Menjelang akhir abad 19, gunung Krakatau, gunung api paling aktif itu menggemparkan dunia. Tanggal 26 Agustus 1883 menjadi penanda waktu meletusnya gunung Krakatau yang berada di wilayah Banten. Peristiwa yang menyebabkan penurunan suhu global selama lima tahun itu salah satu bencana terdahsyat di dunia sesudah peristiwa Pompeii di Italia akibat meletusnya gunung Vesuvius 79 Masehi.

Suara letusannya yang mencapai pulau Rodrigues, dekat Afrika, mempengaruhi iklim global. Dunia sempat gelap dalam dua hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Gelombang tsunami yang diakibatkannya menewaskan 36.000 jiwa. Sampai sebelum peristiwa tsunami Aceh, tsunami ini merupakan yang terbesar di kawasan Samudera Hindia.

Tahun 1994 : Tsunami di Pantai Selatan Jawa Timur

Samudera Hindia yang berada di atas lempeng aktif, tercatat kerap terjadi gempa bumi yang diikuti terjangan tsunami. Tanggal 3 Juni 1994, gempa bumi yang berpusat di Samudera Hindia berkekuatan7,8 SR meluncurkan gelombang tsunami di pantai selatan Jawa Timur.

Dampak yang ditimbulkan tsunami ini adalah kerusakan di area pemukiman pesisir pantai terutama di Kabupaten Banyuwangi. Korban meninggal akibat musibah ini diperkirakan mencapai 215 jiwa.

Tahun 2004 : Tsunami Aceh

Saat ini, tepat 13 tahun yang lalu, 26 desember 2004 adalah masa duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Tsunami terdahsyat sepanjang sejarah terjadi di Aceh. Gempa yang lagi-lagi berpusat di Samudera Hindia memicu gelombang besar.

Gempa bumi berkekuatan 9,2 Skala Richter yang mendorong gelombang tinggi ini meluluhlantahkan Aceh. Akibat kejadian ini tidak kurang dari 230.210 jiwa meninggal dunia.

Tahun 2006 : Tsunami Pangandaran

Dua tahun berselang pasca tsunami Aceh, 17 Juli 2006 gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang berpusat di 200 km selatan Pantai Pangandaran terjadi. Gempa yang juga memicu tsunami ini menerjang wilayah Cilacap dan sekitarnya. Akibatnya, 668 orang meninggal dunia, 65 hilang dan lebih dari 9.000 orang luka-luka.

Tahun 2010 : Gempa dan Tsunami Kepualaun Mentawai

Wilayah Pulau Sumatera, tepatnya di kepulauan Mentawai tak luput dari terjangan tsunami. 25 Oktober 2010 gempa yang diperkirakan berkekuatan 7,7 Skala Richter menghempaskan gelombang tsunami yang menghantam kawasan pesisir kepulauan Mentawai dengan kedalaman 206 km menurut catatan USGS ini dilaporkan menewaskan 286 jiwa, sementara 252 orang lainnya dilaporkan hilang.