Sambut 50th ASEAN, DEMA Fisip UIN Jakarta Selenggarakan Seminar Maritim

MONITOR, Ciputat, Tangerang Selatan – Indonesia ditakdirkan sebagai negara maritim, bahkan secara Geografis Menurut hasil survey Dinas Hidrografi dan Oseanografi TNI AL jumlah pulau di Indonesia terdiri atas 17.504 pulau dan terletak pada posisi silang dunia, yaitu di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, serta diantara Benua Asia dan Benua Australia. Luas wilayah Indonesia adalah 7,9 km2, terdiri atas 1,8 juta km2 berupa daratan, 3,2 juta km2 wilayah laut territorial, dan 2.9 juta km2 sebagai perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dengan panjang garis pantai sekitar ±81000 km. Dengan Total wilayah Indonesia 77% berupa perairan atau tiga kali luas wilayah Indonesia.

Menurut Rear Admiral Alfred Thayer Mahan yang merupakan Jenderal Besar US NAVY juga seorang pencetus teorti pertahanan maritim. Menurut mahan, ada beberapa faktor suatu negara dikategorikan sebagai negara maritim kekuatan laut terbesar yakni: letak geografi (geographical position), bangun muka bumi (physical conformation), luas dan panjang wilayah (extent of territory), karakter penduduk (character of the people), jumlah penduduk (number of population), dan karakter pemerintah (character of govermeny).

Atas dasar gambaran tersebut DEMA FISIP UIN Jakarta yang merupakan lembaga eksekutif kemahasiswaan tingkat fakultas menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk 50 Tahun ASEAN “Momen Maritim Indonesia” sebagai bentuk upaya dalam mewujudkan visi kemaritiman yang digadang-gadangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Acara yang akan berlangsung pada hari kamis 28 September 2017 pukul 08.00 WIB, bertempat di Auditorium Harun Nasution. Dengan menghadirkan berbagai narasumber yang ahli di bidanngya diharapkan seminar nasional ini bisa memberikan spirit baru khususnya gagasan dalam membantu Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan visinya tersebut. Karena nyatanya membangun kejayaan maritim tidak mudah membalikkan tangan. Perlu adanya formulasi dalam membangun konsep kejayaan maritim tersebut.

Terlebih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai kampus islam terbesar di Indonesia bisa menghadirkan gagasan baru terkait maritim. bahkan bisa menjadi satu-satunya kampus islam di Indonesia yang memiliki visi besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sesuai dengan semangat para walisongo yang menggunakan pesisir pantai dan laut sebagai pusat peradaban (ekonomi, sosial, politik dan budaya).

Seminar yang secara khusus dibuka oleh Prof. Dr, Dede Rosyada MA selaku rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan apresiasi terhadap terselenggarannya acara ini. Adapun Narasumber yang hadir adalah Laksamana (Purn) Dr. Marsetio yang pernah menjadi KASAL dan saat ini sebagai Special Envoy to IMO (International Maritime Organisation), juga tetap konsisten memberikan semangat kemaritiman kepada generasi muda.

Selain itu juga ada Budi Purwanto selaku Asisten Deputi Bidang Perjanjian hukum laut yang namanya tidak asing lagi dan sebagai tokoh muda yang malang melintang berbicara konsep maritim Indonesia. dan satu lagi sama sama tokoh muda maritim yakni Zulficar Muchtar yang saat ini menjabat Kepala Balitbang KKP. Dan Acara ini dimoderatori langsung oleh Robby Sugara selaku Dosen FISIP UIN Jakarta

Harapan kami kedepannya pun bisa memberikan sumbangsih dalam mewujudkan visi tersebut, terlebih ketika 3 tahun selama pemerintahan Jokowi belum maksimal dalam memanfaatkan potensi kemaritiman itu sendiri. Semua elemen pun harus bersatu padu. Dan sudah tidak ada lagi dikotomi antara darat dan laut, karena pada dasarnya laut itu menyatukan kita semua. Semoga seminar ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Jalesveva Jayamahe.