Refleksi Sumpah Pemuda, Wasekjen Kowani Ingin Pemuda Berwawasan Nasional Religius

MONITOR, Jakarta – Pemuda merupakan cermin masa depan bangsa. Ungkapan ini diutarakan Ulfah Mawardi selaku Wasekjend Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bidang Pendidikan, Iptek, Seni Budaya, Agama dan Politik, saat merefleksikan makna Hari Sumpah Pemuda ke-89.

"Pemuda hari ini merupakan pemimpin masa depan. Jika hendak melihat wajah dan masa depan negeri ini, maka lihatlah wajah pemuda sekarang," ujarnya saat dihubungi Monitor, Sabtu (28/10).

Untuk membangun SDM yang berkualitas, Ulfah menyatakan kehadiran Negara sangat diperlukan. Menurutnya pemerintah perlu mengalokasikan anggaran yang tepat guna membangun infrastruktur SDM di Indonesia yang berkualitas.

"Mengalokasikan anggaran trilyunan untuk pembangunan infrastruktur itu baik. Tapi alangkah lebih baik, bijak dan tepat sasaran jika negara mengalokasikan dana lebih dari infrstruktur untuk membangun masa depan generasi muda," terangnya.

Dosen Filsafat Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar ini menjelaskan, pemuda harus memiliki kapasitas ilmu dan taqwa. Sebagaimana mengutip Imam Syafi'i, jika pemuda tak memiliki dua hal itu, maka tidak ada nilai dalam diri pemuda tersebut. Hal ini menunjukkan, betapa pentingnya ilmu dan taqwa dalam diri seorang pemuda.

"Dalam konteks kekinian, generasi muda harus menguasai Iptek untuk menggenggam dunia dan membentengi diri dengan nilai-nilai ajaran agama. Hal ini supaya tidak terlena dengan kehidupan dunia dan terjebak dengan pilihan hidup hedonis, pragmatis apalagi sampai ketergantungan obat-obatan terlarang seperti narkoba," jelas Ulfah.

"Dengan iman dan taqwa, pemuda akan memahami bahwa ada tujuan hidup yang hakiki yakni akhirat. Dan dengan kedua nilai itu, seseorang akan menjadi rahmatan lil alamiin. Dalam konteks kebangsaan, maka dengan ilmu dan taqwa generasi muda tidak akan terjebak dalam kejumudan (keterbelakangan berfikir), atau ekstrimis baik kanan maupun kiri," tambahnya.

Dalam momentum Sumpah Pemuda ini, Ulfah menginginkan agar pemuda hari ini mampu menjadi garda terdepan dalam membela keutuhan NKRI. Lanjut dia, dengan memiliki semangat persatuan dan wawasan nasional religius.

"Kita berharap pemuda yang akan menjadi pemimpin masa depan berpandangan nasionalis religius seperti pandangan hidup para pendiri bangsa kita dan akan menjadi garda terdepan dalam membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selamat memperingati hari sumpah pemuda," ujar Direktur Yayasan Perempuan Indonesia Mar'ah ini penuh harap.