Polisi Periksa Belasan Siswa Terkait Video Gladiator, Begini Reaksi KPAI

MONITOR, Jakarta – Video perkelahian ala gladiator kembali terjadi setelah kasus serupa di Bogor yang menewaskan Ananda HL. Kali ini melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sukabumi.

Video tersebut menyebar luas di jejaring media sosial (medsos) Facebook dan YouTube. Ada dugaan, pembuat dan penyebar video tarung gladiator Sukabumi adalah penonton yang kemungkinan besar siswa senior atau para alumni kedua sekolah tersebut.

Untungnya, aparat kepolisian sigap dalam mengusut tuntas dan memeriksa belasan siswa yang terlibat dalam video duel ala gladiator itu. Hal ini menuai apresiasi dari Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

"KPAI memberikan apresiasi kepada Satreksrim Polres Sukabumi Kota yang bertindak cepat untuk melakukan pengusutan, dengan memeriksa belasan siswa dari dua SMP  yang diduga terlibat dalam duel ala gladiator di dalam video tersebut," ujar Retno Listyarti, Jumat (13/10).

Terkait pemeriksaan siswa SMP itu, Retno mengingatkan agar pihak kepolisian mempergunakan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Perlu diketahui, video yang diduga dibuat pada 22 September 2017 lalu melibatkan satu SMP Negeri dan satu SMP swasta yang letaknya relatif berdekatan.

"Para pelaku tarung gladiator harus juga dilihat sebagai korban, karena anak-anak tersebut mengaku kepada pihak sekolah, selepas zuhur dijemput oleh alumni dan diajak ke suatu tempat. Sesampainya di sana siswa ini disuruh berkelahi satu lawan satu, katanya biar disebut jagoan," tutur Retno.