Pengasuh RTA Bintan Dukung Inisiasi Kapolri Perangi Hoaks

MONITOR Bintan – Menyebarnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta berita bohong (hoaks) yang dibungkus dengan menggunakan nama agama mendapat kecaman keras dari banyak kalangan baik tokoh masyarakat maupun umat Islam secara keseluruhan.

Dalam kesempatan pengajian mingguan, pengasuh Rumah Tahfidh Al Qur'an (RTA) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Ustadz Zaini MZ mengatakan, pemberitaan hoaks yang banyak tersebar saat ini berpotensi memecah belah umat. 

"Ini harus segera diperangi dan umat Islam harus bersatu untuk mendukung perang melawan hoks," ujarnya saat sambutan dalam acara pertemuan wali santri RTA di Bintan, Rabu (11/4).

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah memblokir akun-akun yang bermuatan SARA dan hoaks. Namun dalam pengamatan Zaini, akun yang menyebarkan konten hoaks masih banyak dan pada beberapa kasus bisa ditemukan di platformnya seperti Facebook, Twitter, WhatsApp dan sejenisnya.

"Sebaran hoaks di media sosial harus benar-benar di hapus, harus diperangi, harus diberantas. Jika tak ada filter, bisa ribut bangsa ini. Ujaran kebencian dan fitnah bisa jadi asupan sehari-hari. Masyarakatpun harus dididik agar cerdas dalam memilah dan memilih berita terutama yang menyebar di berita di sosial media," tegasnya.

Zaini menyatakan mendukung langkah Kepolisian Republik Indonesia yang saat ini gencar melawan dan memerangi penyebaran berita hoaks. "Kami sangat mendukung langkah Bapak Tito Karnavian, yang begitu tegas memerangi berita hoaks,” pungkasnya.