Maarif Institute Bedah Jurnal Islam dan Media di Era Revolusi Digital

1003
Peluncuran jurnal Maarif Institute tentang Islam dan Media (dok: Tsani Monitor)

MONITOR, Jakarta – Maarif Institute meluncurkan jurnal bertema ‘Islam dan Media: Kontestasi Ideologi di Era Revolusi Digital’ pada Senin (1/10) malam. Direktur Eksekutif Maarif Institute, M. Abdullah Darraz, mengatakan peluncuran jurnal ini diharapkan dapat memberikan perspektif dan perluasan wawasan serta ketajaman analisis kritis, utamanya terhadap isu ekonomi, politik dan kaitannya dengan Islam dan media di era digital.

“Kami berharap, artikel yang terhimpun dalam edisi jurnal kali ini dapat memberikan informasi dan pencerahan tentang tumbuhnya media sosial dan jaringan internet di Indonesia, yang menjadi faktor penting hadirnya identitas Islam dan budaya populer, yang tak jarang menjadi alat penyebaran kebencian dan informasi hoax,” ujar Darraz di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah Jakarta.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Jurnal Maarif, Shofan berharap isu-isu ini menjadi gambaran akan pentingnya pemerintah dan masyarakat luas agar dapat memaksimalkan kerja-kerja berbasis digital.

Lanjut Shofan, sehingga era-era yang disebut sebagai era disruption saat ini dapat dimaksimalkan oleh komponen masyarakat sipil dengan memperbanyak aksi-aksi kolaborasi, berbagi peran dalam beberapa bidang sosial, ekonomi, pengentasan kemiskinan, ketertinggalan informasi dan lainnya.

Dalam kesempatan ini, hadir sejumlah narasumber diantaranya Redaktur Ahli Jurnal Maarif, Airlangga Pribadi Kusman, pengamat media sosial, Ismail Fahmi, serta kontributor Jurnal Maarif, Yulianti Muthmainnah.