MUI Ajak Ormas Islam Bentuk Forum Internasional Cegah Ekstremisme dan Terorisme

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Sa'adi mengajak seluruh elemen organisasi massa (Ormas) Islam baik regional maupun internasional untuk bersatu mempromosikan Islam Wasathiyah (Moderat) guna menangkal bahaya ekstremisme dan terorisme.

Pernyataan tersebut sesuai dan berdasarkan rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III MUI yang berlangsung dari 28-30 November 2017 di Bogor, Jawa Barat.

Rekernas MUI ini, selain merekomendasikan persoalan keumatan regional dalam negeri, juga membahas persoalan internasional yang dihadapi dunia Islam, terutama terkait maraknya aksi ektremisme dan terorisme yang terjadi di beberapa negara muslim saat ini.

"Dalam membangun peradaban dunia yang damai di berbagai kawasan dunia Islam, MUI mengajak agar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan organisasi regional dan internasional lainnya dapat mempromosikan Islam Wasathiyah (moderat)," jelas Zainut pada rilis pers yang diterima MONITOR di Jakarta, Jum'at (1/12).

Menurut Zainut, persoalan gerakan dan stigma ekstremisme dan terorisme yang sedang melanda dunia Islam saat ini hanya bisa ditangkal dengan memperkuat pemahaman dan penerapan Islam yang moderat, tasamuh, tawazun, dan cinta damai.

"Islam Wasathiyah adalah memperkuat pemahaman dan penerapan Islam yang moderat, tasamuh, tawazun, dan cinta damai guna mengantisipasi ekstremisme dan terorisme," kata Zainut.

Untuk mewujudkan dan membumikan konsep Islam wasathiyah ini, MUI mengajak ormas-ormas Islam seluruh dunia bersatu untuk membentuk sebuah wadah atau forum kerjasama internasional antar majelis ulama seluruh dunia.

"Dalam kaitan ini, MUI akan menginisiasi pembentukan forum kerjasama antar majelis ulama sedunia," tegas Anggota DPR RI dan Politisi PPP ini.

Pada Rakernas III MUI di kota hujan Bogor, diikuti oleh 200 peserta dari 34 utusan MUI Propinsi seluruh Indonesia serta dibuka dan ditutup oleh KH Ma'aruf Amin selaku Ketua Umum MUI Pusat.