Kwarnas Pramuka bakal gelar Kemah Kebangsaan di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia

MONITOR, Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka siap menggelar Kemah Bela Negara tingkat Nasional (KBNN) di perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sebanyak 1500 Pramuka akan mengikuti kemah yang digelar di Bumi Perkemahan Bambangan, Pulau Sebatik, Nunukan, pada 2-7 Mei 2018 ini. 

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara, Herwansyah dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka di Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor, Sabtu (24/2). Menurutnya, Kemah Bela Negara Nasional digelar salah satunya dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran. “Kemah ini selaras dengan nawacita pemerintah yang ingin membangun Indonesia dari pinggiran. Kami ingin memulai itu dari daerah kami,” ungkapnya. 

 

Herwansyah menjelaskan, 1500 peserta Kemah Bela Negara tingkat Nasional terdiri atas 600 Pramuka regional I dan regional II, 320 Pramuka se-Kalimantan Utara, 250 Pramuka Kwartir Cabang Nunukan, 120 penyelenggara, panitia pelaksana dan sangga kerja, 55 tim pendukung kontingen, dan 155 masyarakat pendukung. 

 

Diketahui, Bumi Perkemahan Bambangan, Pulau Sebatik terletak di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Selain Bumi Perkemahan, peserta nantinya juga disediakan rumah-rumah penduduk yang akan dipakai sebagai rumah persinggahan selama kegiatan di subcamp.

 

“Daya tariknya, letak Bumi Perkemahan ini berhadapan langsung dengan kota Tawau Malaysia. Jaraknya hanya kurang lebih 10 menit. Nuansa nasonalisme semakin terasa bila berada di patok 3 perbatasan Indonesia dan Malaysa. Kita bisa berada di dua negara dalam waktu bersamaan,” jelas Herwansyah. 

 

Selain di Nunukan, Kemah Bela Negara juga akan digelar di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG). Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Papua Christina L. Mano mengungkapkan, Kemah Bela Negara Regional ini akan mengambil tempat di Skow, Wilayah Perbatasan RI-PNG. 

 

“Upaca pembukaan di perbatasan. Hanya 1,5 jam dari bandara,” ungkapnya. 

 

Christina menambahkan, perkemahan regional ini akan diikuti peserta dari Papua, Papua Barat, Gorontalo, Maluku, dan NTT dengan jumlah peserta sekitar 1000 orang. Masing-masing Kwarda akan mengutus sekitar 50 peserta. 

 

“Untuk tanggal pelaksanaan, kami masih menunggu dari Kwarnas,” tegasnya. 

 

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengungkapkan, Kemah Bela Negara penting dilakukan untuk semakin menanamkan rasa cinta Tanah Air dan semangat bela negara generasi bangsa. Apalagi, semangat itu juga sesuai dengan 10 Tugas Pramuka di Media Sosial yang dikeluarkan Kwarnas, yang salah satu poinnya berbunyi “Membela dan mengamalkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antarwarga media sosial (poin keempat). 

 

“Tujuannya satu, yaitu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Gerakan Pramuka di 34 Provinsi, 514 Kota/Kabupaten terlibat aktif dalam gotong-royong mewujudkan cita-cita besar Indonesia,” ungkapnya.