KPAI Lakukan Koordinasi Lintas Sektor soal Kasus Trafficking Anak

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan koordinasi lintas sektor terkait kasus trafficking dan eksploitasi anak yang terjadi di Bandung. Pihak-pihak yang digandeng KPAI diantaranya, Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Propinsi Jawa Barat.

Dalam kasus ini, Komisioner KPAI Susianah Affandy ingin memastikan jaminan perlindungan bagi empat anak yang menjadi korban kejahatan seksual.

"Kita hendak memastikan anak-anak yang menjadi korban ini mendapat perlindungan. Kami sudah koordinasi dengan lintas sektor. Para korban yakni dua orang kini tinggal dalam rumah aman/shelter P2TP2A Propinsi Jawa Barat. Mereka telah di data, mendapatkan assessment, layanan psikologi dan penanganan baik medis maupun psikis," ujar Susianah, selaku Komisioner Bidang Sosial dan Anak Dalam Keadaan Darurat.

Susianah menuturkan, saat kunjungan berlangsung, para korban telah mendapatkan perawatan pemulihan pasca masa trauma. "Saat kami datang, mereka dalam tahap pemulihan pasca trauma," terang Susianah.

Selain itu pihak KPAI menyatakan telah mengantongi sejumlah informasi penting dari DP3AKB Propinsi Jawa Barat, P2TP2A dan Dinas Sosial. Informasi penting ini terkait dengan sindikat perdagangan orang di balik eksploitasi seksual yang dilakukan oknum tokoh agama.

Perlu diketahui, Komisioner KPAI Susianah Affandy dan Ai Maryati Sholehah telah melakukan koordinasi lintas sektor terkait kasus trafficking dan eksploitasi seksual yang menimpa 4 anak, pada 11-13 September 2017 di Bandung Jawa Barat. Keempat korban ini merupakan korban dari