KPAI Imbau Pers Rahasiakan Identitas Anak Korban, Saksi Maupun Terpidana

MONITOR, Jakarta – Media massa berperan sangat penting sebagai salah satu pilar demokrasi. Sebagaimana tugas dan fungsinya, media massa memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat, diantaranya mendidik masyarakat untuk menghargai hak-hak anak.

Selama ini, publik selalu mendapatkan informasi berbagai kasus pelanggaran anak dari pemberitaan media. Di pihak lain, upaya negara dan civil society dalam mencegah dan menangani kasus-kasus anak juga semakin masif diberitakan. Ini merupakan kontribusi nyata dari rekan-rekan insan pers.

KPAI sebagai komisi negara independen yg memiliki mandat pengawasan perlindungan anak sangat terbantu oleh peran media.

“Dalam rangka peringatan hari pers nasional 2018 ini, KPAI menyampaikan penghargaan tinggi kepada media massa yang sudah menyajikan pemberitaan yang menghargai hak-hak anak, baik anak sebagai korban, saksi, maupun sebagai pelaku tindak pidana,” ujar Susanto, Ketua KPAI.

Ditambahkan Rita Pranawati selaku Wakil Ketua KPAI, pers harus selalu menghormati hak-hak anak dalam menyajikan pemberitaan di media.

“Pada Kesempatan ini, KPAI juga hendak mengingat media untuk menyajikan pemberitaan yang menghormati hak-hak anak sebagaimana diatur dalam pasal 19 Undang-undang No 11/tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)," tegas Rita.

Senada dengan Rita, Komisioner Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan bahwa hingga kini KPAI masih menemukan banyak pemberitaan anak, baik sebagai korban maupun pelaku pidana, yang ditampilkan foto atau videonya tanpa memblur wajah anak, menyampaikan identitas anak korban, anak saksi maupun anak pelaku secara rinci dalam pemberitaan.

"Padahal hal ini jelas-jelas melanggarkan UU SPPA,” tandas Retno.

Dalam momentum Hari Pers Nasional, KPAI sangat berharap pekerja pers terus konsisten dalam memberikan informasi edukatif dan inspiratif untuk anak Indonesia, merahasiakan identitas anak sebagai korban, saksi dan pelaku dalam pemberitaan kasus-kasus anak, menginspirasi penyelenggara perlindungan anak, agar memaksimalkan perannya dengan baik, serta mengedukasi masyarakat ttg pentingnya literasi media.

Advertisementdiskusi publik wagub dki