KPAI Dorong Pemulihan Psikologis Anak-Anak Korban KM Sinar Bangun

Komisioner KPAI Ai Maryati Sholihah meninjau lokasi terdampak korban kecelakaan KM Sinar Bangun (dok: istimewa)

MONITOR, Medan – Insiden tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba merenggut kebahagiaan anak-anak korban kecelakaan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, sekitar 100-an anak kehilangan orang tua bahkan menjadi yatim piatu.

Komisioner Ai Maryati Solihah yang berkesempatan melakukan pengawasan di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa ini akan berdampak pada kondisi psikologis anak-anak di masa depan, sehingga diperlukan penanganan yang komprehenshif.

“KPAI mendorong pada korban selamat dan 1 diantaranya anak-anak harus mendapatkan pemulihan secara medis dan psikologis untuk memastikan kesehatan fisik dan mengikis trauma untuk membangun kembali kesiapan mentalnya menjalani hidup selanjutnya,” tutur Ai Maryati dalam keterangannya kepada MONITOR, Kamis (5/7).

Terkait hal ini, Ai mengatakan Wakil Bupati Kab. Samosir berjanji akan memfasilitasi penyelenggaraan bimbingan psikologis tersebut. Hal itu diutarakannya usai rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Kab Samosir Juang Sinaga, dan jajaran Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil dan Bapeda Kab. Samosir.

Selain itu, KPAI mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir yang akan menanggung semua biaya pendidikan anak korban yang ditinggal keluarga, minimal untuk pendidikan dasar serta beberapa anak yang saat ini akan masuk SMA.

“Pemda menjamin akan menyalurkan bantuan dari Jasa Raharja untuk korban meninggal yang akan disampaikan pada ahli warisnya sejumlah 50 juta, serta bantuan sosial dari Kementerian Sosial,” terangnya.

Bahkan KPAI mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan kesiapannya untuk menanggung biaya pendidikan anak-anak terdampak.