Tausiyah Ramadan: Keimanan dan Ketakwaan adalah Kunci Kebahagiaan

Guru Besar IPB sekaligus Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Prof. DR. Ir. Rokhmin Dahuri (Foto: Monitor/Jamal)

MONITOR, Rokan Hulu – Guru Besar IPB sekaligus Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Prof. DR. Ir. Rokhmin Dahuri menyampaikan tausiyah ramadan di Masjid Agung Madani Nasional Islamic Centre Rokan Hulu, Riau, Selasa, (22/5). Dalam tausiyahnya, pakar kelautan yang juga ketua bidang maritim DPP PDIP tersebut mengingatkan tentang memaknai kebahagiaan hidup dalam konsep islam.

“Setiap manusia normal mendambakan hidup sukses, bahagia, dan terhindar dari malapetaka serta kebangkrutan. Tidak ada satupun di dunia ini manusia yang bercita-cita untuk hidupnya gagal,” tutur Prof Rokhmin.

Prof Rokhmin menambahkan bahwa banyak motivator ternama Indonesia maupun berkaliber dunia telah menawarkan sejumlah resep bagaimana menggapai hidup bahagia dan sukses.

Guru Besar IPB sekaligus Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Prof. DR. Ir. Rokhmin Dahuri (Foto: Monitor/Jamal)

Kita seringkali memaknai kebahagiaan hidup dengan segala materi berlimpah dan kebutuhan yang jauh terpenuhi bahkan diatas kebutuhan dasar, tahta dan jabatan tinggi serta popularitas yang tersohor. Hal tersebut seringkali kita jadikan patokan seseorang sukses dan bahagia dalam hidupnya.

Dalam islam, konsep sukses dan ukuran kebahagiaan jelas tidak berpatokan pada banyaknya materi atau terpenuhinya kebutuhan hidup diatas kebutuhan rata-rata, bergelimang harta disana-sani, tahta ataupun popularitas karena itu tidak menjadi jaminan kita untuk bahagia.

“Banyaknya harta, tingginya jabatan dan popularitas tidak menjamin kebahagiaan hidup,” ujar Prof Rokhmin.

Prof Rokhmin menegaskan bahwa dalam islam konsep kebahagiaan dan kesuksesan hidup diukur dari keberkahan dan kemanfaatan hidup kita sendiri. Itu yang akan membuat kita tenang dan bahagia dalam hidup dan hal tersebut dapat kita capai dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Keimanan dan ketakwaan menurut Prof Rokhmin yang akan menuntun manusia menuju kebahagiaan sejati. Tidak menjadikan materi sebagai tujuan utama sehingga menghalalkan segala cara.

“Allah Azza wa Jalla, dengan gamblang memberikan pedoman sederhana, tapi pasti manjurnya bagi manusia untuk meraih kehidupan yang berhasil dan bahagia, baik di dunia maupun akhirat. Jurus hidup sukses dan bahagia tak lain beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” tandasnya.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pun, prasyarat utama menjadi maju, adil-makmur, damai, berdaulat, dan penuh limpahan rahmat Allah adalah penduduknya harus beriman dan bertakwa. Sebagaimana firman Allah dalam Aquran surah al-Araf ayat 96.

”Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Allah), maka Allah siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Menurut jumhur ulama, berkah itu berupa segala macam nikmat atau karunia dari Allah. Seperti, rakyat yang sehat, cerdas, pekerja keras, beretos kerja unggul, dan berakhlak mulia. Pemimpin yang capable, berintegritas, amanah, hidup sederhana, dan melayani rakyat.

Lalu apa hubungannya antara iman dan takwa dengan keberhasilan hidup manusia? Jawabannya terletak pada definisi dan pengertian takwa itu sendiri. Allah melalui Alquran dan hadis mengajarkan bahwa takwa adalah melaksanakan setiap perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Selain itu, orang yang takwa di dalam hidupnya akan senantiasa berupaya maksimal sesuai kapasitas dan otoritas yang dimilikinya untuk menciptakan iklim kehidupan kondusif bagi manusia untuk beramal saleh ketimbang melakukan kemaksiatan dan dosa.