Jembatan Putus di Cianjur, KPAI Soroti Kelalaian Pemda

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas tragedi putusnya jembatan gantung di Kampung Padangsari Desa Karyamukti, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur yang baru selesai dibangun ambruk, Sabtu (3/2/2018), pukul 23.00 WIB. 

Terkait ini, Komisioner KPAI Susianah Affandy menyayangkan tidak adanya sosialisasi dan informasi beban maksimun muatan jembatan kepada masyarakat. 

"Dalam kasus ini KPAI telah berkoordinasi dengan Kapolres Cianjur tentang penyebab dan korban putusnya jembatan gantung. Dugaan penyebab putusnya jembatan karena kelebihan beban muatan," ujar Susianah.

Ia menjelaskan, pada saat kejadian, terdapat 7 kendaran bermotor yang berboncengan mengantar tokoh masyarakat di desa tersebut untuk berobat. Satu motor berhasil melewati jembatan, dan 6 motor lainnya dalam laporan warga jatuh. 

Saat ini, kata dia, KPAI sedang menelusuri adanya kelalaian Pemerintah Daerah dalam memberikan sosialisasi dan tidak adanya informasi beban muatan. 

"Pemerintah Daerah harusnya memberi pedoman penggunaan jembatan (misalnya motor yang melintas harus bergantian) yang ditempel atau di pasang di papan depan jembatan dari dua arah. Lalainya Pemda berakibat sangat fatal yakni menimbulkan korban," tegasnya.

KPAI lantas meminta Pemerintah Daerah untuk segera memperbaiki jembatan gantung yang putus tersebut mengingat inilah jembatan satu-satunya yang menghubungkan Kampung Parung Cadas, Desa Pusakasari, dengan Kampung Padangsari, Desa Karyamukti.