Jelang Seperempat Abad, Dompet Dhuafa Ingin Kuatkan Potensi Lokal

MONITOR, Jakarta – Memasuki usia ke-25 tahun, salah satu lembaga filantropi terbesar di Indonesia Dompet Dhuafa terus berbenah diri. Di seperempat abad ini, Dompet Dhuafa mencoba mengkolaborasikan budaya masyarakat Indonesia melalui potensi lokal dan ekosistem pemberdayaan.

"Selama perjalanan 25 tahun ini, Dompet Dhuafa semakin menguatkan potensi lokal dan ekosistem pemberdayaan," ujar Direktur Utama Dompet Dhuafa Imam Rulyawan, saat melaporkan kinerja Dompet Dhuafa periode 2017, di Gado-gado Boplo, Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Hingga di tahun 2017, kata Imam, Dompet Dhuafa telah terbukti menggerakan aksi respon kemanusiaan berskala Internasional dengan menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan.

Imam juga melaporkan, saat ini Dompet Dhuafa memiliki jumlah relawan mencapai 8.481 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara jumlah penerima manfaat totalnya berkisar 16,80 juta jiwa.

"Penerima manfaat Dompet Dhuafa dari tahun 1993 hingga sekarang sebanyak 16.80 juta jiwa, sementara pada tahun 2017 sebanyak 1,76 juta jiwa," jelasnya.

Perlu diketahui, Dompet Dhuafa merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat dana ZiSWAF (Zakat, mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan Infak, Sedekah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 24 tahun lebih, lembaga ini telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.