Jakarta Dikepung Banjir, KPAI Imbau Masyarakat Perhatikan Kondisi Anak

MONITOR, Jakarta – Sejumlah titik di kawasan Jatinegara Barat, Kampung Arus dan Kelurahan Bidakara Cina terendam banjir. Sejumlah relawan sosial terjun ke masyarakat tak terkecuali Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI yang diwakili Komisioner Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat Susianah Affandy berkesempatan meninjau sejumlah lokasi banjir, Rabu (7/2). Dalam pantauan KPAI, lokasi penampungan pengungsi masih belum memperhatikan privatisasi bagi perempuan dan anak.

"Di tiga tempat pengungsian, KPAI melihat ruangannya yang terbatas di mana semua orang membaur tidak memberi ruang privasi bagi anak perempuan. Anak perempuan ini sangat rentan karena di sisi struktur tubuhnya harus dilindungi dari ancaman kekerasan seksual," kata Susianah, dalam keterangan yang diterima MONITOR, Kamis (8/2).

Kendati demikian, lanjut Susi, KPAI mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Daerah dalam mengevakuasi korban ke tempat pengungsian.

Selain menyoroti lokasi penampungan, Susi juga mengimbau para orangtua untuk menjaga anak-anaknya terlebih di musim hujan akan mudah terjangkit bermacam-macam penyakit.

Maka, kata Susi, pengawasan orangtua sangat diperlukan khususnya ketersediaan obat-obatan seperti minyak angin, obat flu, batuk, diare dan penyakit panas. 

"Temuan KPAI di lokasi banjir, situasi hujan lebat di satu sisi dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air. Anak-anak dengan suka cita nyemplung ke genangan air hujan yang kotor berwarna kuning. Anak-anak terlihat menikmati mainan air tanpa menyadari air yang memenuhi halaman rumahnya tersebut mengalir bersama sampah yang sampah sungai," terang Susi.

Advertisementdiskusi publik wagub dki