Ini Mekanisme Serapan Bahasa Daerah Untuk KBBI

MONITOR, Jakarta – Hampir sebagian besar kosa kata bahasa daerah di Indonesia tak bisa digunakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai mekanisme untuk mengatur hal tersebut.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar menyatakan, bahasa daerah yang bisa dimuat di kamus KBBI harus mempunyai ulusan dari pihak Kantor Badan Bahasa atau dari masyarakat.

"Serapan bahasa daerah untuk KBBI dalam menerima usulan kosa kata baru kami memiliki beberapa mekanisme, pertama ada usulan dari Balai resmi dari kantor dan usulan masyarakat," ujar Dadang saat ditemui di Gedung A Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10).

Selain itu, mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan UPI ini menyatakan, sejak tahun 2016 Kemendikbud khususnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mengeluarkan aplikasi berbasis android dan Iphone untuk membantu mengumpulkan kosa kata bahasa serapan daerah.

"Kedua, kita meluncurkan dua aplikasi android melalui telpon genggam bisa mengumpulkan kosa kata. konsepnya harus unik. Satu lagi melalui aplikasi Iphone," jelas Dadang Sunendar.

Dadang pun menginginkan, agar bahasa daerah ini tetap hidup dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Karena bahasa itu merupakan jati diri sebuah bangsa.

"Kami mengingatkan betul, supaya bhs daerah itu tidak punah. Selain revitasasi juga dibutuhkan dokumentasi," tandasnya.