IMCC Gelar Workshop Komik Untuk Santri Remaja

MONITOR, Bogor – Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC) bersama Pesantren Inggris Assalam menggelar Mini Workshop Komik untuk santri di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/10). Peserta workshop tersebut tak lain adalah santri remaja di pesantren tersebut.

Direktur Eksekutif IMCC Robi Sugara mengatakan, media dakwah bisa dilakukan dengan beragam alat, salah satunya yakni dengan komik dan dapat disesuaikan dengan audiencenya.

"Jaman dahulu Walisongo melakukan dakwah salah satunya dengan menggunakan wayang. Jaman sekarang, media dakwah semakin beragam dengan berbagai media termasuk sosial media dan juga karya seni atau karya sastra, seperti komik," katanya Robi.

Sejalan dengan hal itu, Wakil Direktur Eksekutif IMCC Maria Ulfa mengatakan, workshop mini yang digelar bertepatan dengan Hari Santri 22 Oktober 2017 tersebut diikuti oleh peserta usia remaja. Selain belajar berdakwah melalui media komik, para peserta juga diajak menyalurkan bakatnya dalam menggambar.

"Kita berbagi ilmu tentang seni, sastra dan komik, serta nilai-nilai atau pesan positif melalui media ini untuk para santri yang memiliki bakat menggambar sekaligus merayakan Hari Santri," katanya.

Selama ini salah satu kegiatan IMCC yakni melakukan counter narrative ideologi kekerasan dan alternatif narasi dengan media komik dan sosial media. Dimana sebelumnya kegiatan serupa telah terselenggara 1 Oktober lalu untuk kalangan mahasiswa di Kantor IMCC, Ciputat, Tangerang Selatan. 

Komik-komik yang dihasilkan dari komunitas tersebut dipublikasikan di sosial media dan jejaring mereka sebagai anak muda Jaman sekarang yang memang sering mengakses internet.

"Komik dipilih untuk media counter narrative ideologi kekerasan, karena komik adalah karya seni dan karya sastra yang bisa dinikmati untuk penyaluran hobi bagi komikus dan hiburan bagi pembacanya," kata Ulfa yang juga dosen Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.