Duel Maut Terulang, KPAI: Masyarakat Kurang Peka

MONITOR, Jakarta – Terulangnya kasus kematian siswa akibat duel maut di lingkungan sekolah, membuat banyak kalangan prihatin. Seperti kasus terakhir yang terjadi di Rumpin, Kabupaten Bogor.

Duel yang melibatkan enam siswa SMP ini berujung pada kematian seorang siswa berinisial MRS. Terkait hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara.

Retno Listyarti selaku Komisioner bidang Pendidikan menyatakan, pengawasan orang tua terhadap anaknya sangat dibutuhkan. Untuk kasus perkelahian di sekolah, Retno menyayangkan seharusnya orang tua siswa peka terhadap perilaku anak-anak mereka.

 "Harusnya orang tua memiliki kepekaan karena tarung semacam ini biasanya direncanakan jauh hari, pasti ada perubahan perilaku anaknya," ujar Retno saat dihubungi Monitor.

Tak hanya orang tua, Retno menegaskan masyarakat setempat juga memiliki kewajiban untuk andil dalam mengawasi fenomena sosial di sekitar mereka. 

"Masyarakat juga seharusnya peka jika melihat ditempat umum ada lebih dari 10 anak berkumpul. Seharusnya dibubarkan atau segera lapor pihak berwenang, seperti RT/RW atau kepolisian, sehingga bisa dicegah," tuturnya lugas. 

"Jangan cuek terhadap fenomena seperti ini. Sekolah, dalam hal ini guru juga seharusnya memiliki kepekaan terhadap anak-anak yang berpotensi terlibat tarung semacam ini. Karena keterlibatan siswa senior dan alumni sangat mungkin dalam skenario tarung gladiator seperti ini," tambahnya lagi.