Dinas Pendidikan DKI Dukung Penerapan PPK

MONITOR, Jakarta – Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukanlah hal baru bagi lembaga pendidikan di Jakarta. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Ardianto.

Apalagi menyoal jam sekolah, Sopan menuturkan sejak tahun 2009 Pemprov DKI telah menerapkan Pergub tentang jam sekolah, salah satunya lima hari.

"Tahun 2009 kita ada Pergub tentang jam sekolah, salah satunya lima hari. Lalu soal kurikulum 2013, sebenarnya ini sudah diterapkan DKI," terangnya saat mengisi Diskusi Publik bertema 'Tantangan dan Peluang (Full Day School)?' di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (30/8).

Terkait PPK, Sopyan mendukung penuh lantaran kebijakan tersebut dinilai berdampak bagus untuk pembekalan karakter siswa didik. Bahkan untuk penanaman nilai, Pemprov DKI siap memfasilitasi para siswa dengan memaksimalkan jam-jam tertentu.

"Di jam tertentu nanti, kita akan dorong sekolah-sekolah untuk memfasilitasi penanaman nilai-nilai pada murid. Nah lima jam ini bagus, karena Sabtu Minggu bisa dimanfaatkan siswa bersama keluarga," ujarnya.

Senada dengannya, Pengamat Pendidikan Doni Koesoema menyatakan bahwa penggunaan lima hari sekolah sangat efektif bagi perkembangan siswa.

"Kalau enam hari orangtua gak sanggup, kalau lima hari kan orangtua bisa mantau anak-anaknya," ujar Doni.

Doni menambahkan, tantangan dalam kebijakan ini adalah mental para guru. Ia menekankan agar mental guru juga perlu dibangun dan dibenahi untuk mendukung kebijakan Kemendikbud itu.

"Menurut saya tantangan PPK ini, ya guru-guru. Guru yang tidak siap dengan program ini, maka ini yang harus kita revolusi mental," tandasnya.