Di Hadapan PM Jepang, Yenny Wahid Bicara Penerapan Demokrasi di Asia

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid (net)

MONITOR, Tokyo – Perjuangan Yenny Wahid, putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan keragaman tak pernah surut. Kali ini, pemilik nama lengkap Zannuba Arifah Chafso Rahman Wahid itu diundang menjadi pembicara dalam simposium internasional ke-4 bertajuk ‘Shared Values and Democracy in Asia’ di Tokyo, Jepang hari ini, Kamis (5/7).

Forum yang digelar oleh Japan Foundation Asia Center (JAFC) ini akan dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Simposium ini, dikatakan Yenny, bertujuan untuk mencapai pemahaman budaya dan nilai-nilai demokrasi di Asia pada masa mendatang.

”JFAC menyelenggarakan simposium ini untuk melakukan dialog yang bertujuan mencapai pemahaman budaya bersama dan membangun landasan yang kuat untuk mengimplementasikan nilai-nilai persamaan dan demokrasi di Asia pada masa depan,” kata Yenny dalam keterangannya Kepada MONITOR, Kamis (4/7).

Lebih lanjut Direktur Wahid Foundation ini menuturkan, pada kegiatan tersebut juga akan dibuka sesi khusus untuk membahas pencapaian dan tantangan antara budaya Jepang dan budaya negara Asia.

“Dalam simposium nanti akan ada sesi khusus yang membahas pencapaian dan tantangan terkait aktivitas pertukaran budaya antara Jepang dan Asia menuju kolaborasi masa depan,” ujarnya.

Selain itu, Yenny akan memperkenalkan Wahid Foundation sebagai yayasan yang selama ini aktif mempromosikan perdamaian dan keragaman di Indonesia. Ia menyampaikan, Wahid Foundation didirikan untuk memperjuangkan visi kemanusiaan dari almarhum ayahnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).