Abdon Nababan Bakal Dianugerahi Penghargaan ‘Magsasay Award’ 2017

MONITOR, Jakarta – Ramon Magsasay Award Foundation pada Kamis (27/7) di Manila, Filipina mengumumkan telah memilih Abdon Nababan sebagai penerima Ramon Magsasay Award 2017 untuk kategori Community Leadership dari seluruh Asia.

Penghargaan tahunan ini akan diberikan oleh Ramon Magsaysay Foundation, yang berbasis di Filipina pada tanggal 31 Agustus 2017 di Manila.

Penghargaan Nobel Asia ini telah diumumkan secara resmi pada Kamis, 27 Juli 2017. Menurut Ramon Magsaysay Award, Abdon merupakan seorang pemimpin yang membawa perubahan. Keberanian dan advokasinya menjadi suara dan wajah bagi Masyarakat Adat di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat di situs mereka www.rmaward.asia.

Abdon merupakan pemimpin perjuangan Masyarakat Adat di Nusantara, bahkan sebelum era reformasi. Acara lima-tahunan Kongres Masyarakat Adat Nusantara menunjuknya sebagai Sekretaris Jenderal AMAN, di dua periode berurut, yaitu 2007-2012 dan 2012-2017.

Kini Abdon duduk di Dewan AMAN Nasional 2017-2022 mewakili Region Sumatera.

Dalam periode kepemimpinannya, kerja AMAN telah berkontribusi positif terhadap perjuangan hak-hak Masyarakat Adat di negara ini. Beberapa di antaranya adalah Putusan Mahkamah Konstitusi no. 35/PUU-X/2012 tentang Hutan Adat, pencantuman peta wilayah adat sebagai peta tematik oleh Badan Informasi Geospasial, dan Inkuiri Nasional oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tentang pelanggaran hak-hak Masyarakat Adat di kawasan hutan. AMAN pun secara aktif mendorong dan memfasilitasi Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat (RUU MA). RUU ini kini ada di Program Legislasi Nasional DPR RI untuk 2017.

Masih di periode kepemimpinannya, AMAN memastikan pencantuman enam poin terkait Masyarakat Adat di dalam Visi dan Misi Presiden Joko Widodo (dikenal sebagai NAWACITA). Hasil paling nyata adalah penyerahan Surat Keputusan Pengakuan Hutan Adat kepada 9 Masyarakat Adat oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada akhir Desember 2016.

Rukka Sombolinggi, Sekretaris Jenderal AMAN periode 2017-2022, menilai Abdon memang sangat pantas mendapatkan penghargaan ini. Memimpin organisasi sebesar AMAN melewati masa transisi untuk berubah dari strategi konfrontasi ke engagement, menurut sekjen AMAN saat ini, hanya bisa dilakukan oleh seorang pemimpin yang visioner dan memiliki strategi yang kuat dalam melakukan perubahan, dan Abdon telah membuktikan kualitas kepemimpinannya.

"Atas dasar capaian Abdon tersebut, maka masyarakat adat, terutama di Sumatera Utara, mendorongnya untuk maju sebagai Gubernur Sumatera Utara, agar agenda kesejahteraan dan keadilan, terutama berkaitan dengan tanah rakyat dan tanah ulayat dapat terus diperjuangkan,"katanya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (20/8).