Prof Rokhmin Dahuri Ajak Umat Islam Aktualisasikan Nilai-nilai Idul Adha

MONITOR, Bogor – Wakil Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang juga Pakar Ekonomi Kelautan, Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan jika saja setiap umat islam mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dalam Idul Adha niscaya kehidupan baik secara individu maupun sosial kebangsaan akan lebih sukses dan bahagia.

“Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim as bersama Nabi Ismail as diatas, bagi kita umat manusia yang hidup di zaman milenial ini harus dimaknai sebagai pesan (perintah) simbolik dari Allah Azza wa Jalla, yang mengandung pembelajaran (ibrah) supaya kita laksanakan dalam kehidupan keseharian kita,” kata Prof. Rokhmin menyampaikan Khutbah Idul Adha “Implementasi Nila-Nilai Idul Adha Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Utk Mewujudkan Indonesia Yang Maju, Adil-Makmur, Berdaulat dan Diridhai Allah SWT”. Di Lapangan Mesjid Al Ihsan, Riset Perkebunan Nusantara, Kampus Taman Kencana, Bogor. Rabu (22/8/2018).

Menurut Prof. Rokhmin yang juga merupakan guru besar ilmu kelautan IPB itu, ada banyak pelajaran dari Idul Adha agar hidup kita sukes dan bahagia, baik di dunia fana ini maupun di akhirat kelak yang kekal dan abadi.

“Pertama adalah ketaqwaan. Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba kepada Sang Khalik dalam menjalankan setiap perintah dan menjauhi seluruh larangan Nya. Dalam Agama Islam, yang dimaksud dengan perintah dan larangan Allah itu tidak hanya berupa sholat, puasa, haji, dan ibadah mahdhoh (hablum minallah) lainnya. Tetapi, juga semua hal yang terkait dengan akhlak dan cara-cara kita berhubungan dengan sesama insan (hablum minannas, muamalah),” ungkapnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mencontohkan amalan di dunia yang dikerjakan dengan baik dan diniatkan iklhas karena Allah semata, menjadi ibadah adalah: (1) menuntut ilmu agama (seperti tauhid dan fiqih) maupun ilmu dunia (seperti matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, sosiologi, engineering, pertanian, perkebunan, kelautan, information and communication technology, artificial intelligence, internet of things, big data, biotechnology, dan nanotechnology); (2) etos kerja unggul seperti kerja keras, kerja maksimal dan tuntas, disiplin, dan taat azas serta peraturan; dan (3) akhlakul karimah seperti amanah, sidiq (jujur), fathonah (cerdas dan visioner), tabligh (menyampaikan), sabar, bersyukur, qanaah (menerima apapun rezeki dari Allah setelah berikhtiar dan berdoa maksimal), berbagi kelebihan kepada sesama insan yang memerlukan bantuan (fakir – miskin), dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.

“Karena mayoritas (sekitar 90%) penduduk Indonesia adalah muslim dan merupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Maka, bila umat Islam Indonesia memiliki IMTAQ yang tinggi kepada Allah dan menjalankan ajaran Islam secara kaffah (keseluruhan) dan ittiba’ (sesuai sunnah Rasulullah saw), insya Allah Indonesia akan segera menjadi negara – bangsa yang maju, adil-makmur dan berdaulat,” tandasnya.

“Lebih dari itu, kita umat Islam akan lebih mampu menegakkan kalimat Allah (Islam) di dunia ini, melaksanakan amar makruf nahi munkar, menebarkan kasih sayang, kesejahteraan, dan kedamaian bagi seluruh umat manusia, baik muslim maupun non-muslim,” pungkasnya.