Bikin Malu, Ratna Sarumpaet Bakal Dipolisikan Prabowo-Sandi

Ratna Sarumpaet

MONITOR, Jakarta – Tindakan Ratna Sarumpaet yang telah menyebarkan kebohongan atau hoax soal penganiayaan dirinya, menyebabkan situasi menjadi gaduh.

Hal tersebut rupanya membuat geram tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga Uno, karena Ratna dinilai merugikan kubunya pasangan nomor 02 tersebut. Oleh sebab itu, BPN akan memproses hukum Ratna Sarumpaet.

“Pelaporan terhadap Mbak Ratna sedang dikaji tim Direktorat Hukum,” kata anggota juru bicara BPN Prabowo – Sandiaga Uno Andre Rosiade, Kamis 4 Oktober 2018. Rencananya, pelaporan itu dilakukan setelah BPN memberhentikan Ratna dari tim pemenangan Prabowo – Sandiaga.

Ditegaskan Andre, kubu Prabowo – Sandiaga Uno konsisten terhadap siapa pun yang menyebarkan hoax akan diproses hukum. Terlebih, tim BPN sepakat menyambut kontestasi pemilihan presiden 2019 dengan kampanye damai tanpa fitnah.

Andre mengaku kubunya telah menelusuri pengakuan Ratna kepada Prabowo dan Amien Rais tentang lebam di wajahnya akibat dipukul tiga orang tak dikenal di kawasan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Menurut dia, kubunya tidak punya instrumen lengkap untuk mengecek pengakuan Ratna. Ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu kemudian mengaku wajahnya membengkak akibat sedot lemak. Ia menyayangkan tanggapan publik terhadap kubu Prabowo mengenai kebohongan pernyataan Ratna Sarumpaet.

Sementara itu, Koordinator juru bicara BPN Prabowo – Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Sandiaga akan melaporkan Ratna Sarumpaet ke kepolisian mengenai berita bohong pemukulan Ratna.

Tim hukum koalisi Prabowo – Sandiaga tengah mempersiapkan pelaporan itu dengan melibatkan di antaranya anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Habiburokhman dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Dahnil mengatakan, koalisi Prabowo – Sandiaga merasa sangat dirugikan dengan kelakuan Ratna yang juga juru kampanye dan bagian dari Badan Pemenangan Nasional, Prabowo – Sandiaga. Rabu malam, 3 Oktober 2018, Ratna telah dicoret dari struktur Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga.

Prabowo sendiri yang meminta Dahnil mencoret nama Ratna. Prabowo juga meminta maaf lantaran telah ikut menyiarkan kabar bohong dari Ratna. “Kami merasa sangat dirugikan oleh tindakan Bu Ratna Sarumpaet,” ujar Dahnil yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.