Lima Penyedap Rasa Alami ini Tak Kalah Nikmat dari MSG loh

MONITOR – Siapa tak kenal MSG atau monosodium glutamat. Biasa disebut mecin di Indonesia, MSG adalah penyedap rasa buatan yang umum dipakai. Tak hanya di restoran dan warung makan, tapi juga biasa dipakai saat memasak di rumah.

Tentunya Anda juga telah mengetahui berbagai dampak kesehatan yang dapat disebabkan oleh MSG. Dalam sejarah memasak dan dunia kuliner, MSG telah menjadi bahan kontroversial yang banyak dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan.

Hal ini secara global dikenal sebagai Chinese restaurant syndrome atau sindrom restoran (masakan) Cina. Istilah ini mulai naik daun saat dr. Ho Man Kwok menulis surat kepada The New England Journal of Medicine mengenai hipotesanya tentang mengapa ia kerap sakit kepala setiap makan di restoran Cina yang ada di Amerika.

Dokter Kwok menjelaskan gejala yang ia alami sebagai kebas (kesemutan dan kram) di belakang leher yang menjalar ke punggung dan lengan. Selain itu, ia juga merasakan nyeri kepala dan badan yang terasa lemas.

Setelah menelusuri berbagai bahan makanan dan bumbu yang dipakai untuk memasak di restoran Cina, ia pun menemukan penggunaan MSG sebagai bahan yang kemungkinan besar menyebabkan keluhan yang dialaminya. Sejak itu, berbagai penelitian yang mempelajari efek penggunaan MSG pada kesehatan pun marak dilakukan.

Kini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, banyak orang telah meninggalkan MSG sebagai bumbu penyedap rasa dalam masakan dan beralih ke bahan-bahan dan bumbu yang alami.

Bagi Anda yang tinggal di Indonesia, sebenarnya mudah untuk beralih ke bumbu alami, karena Indonesia kaya berbagai jenis rempah. Jika Anda ingin menghindari efek MSG pada kesehatan, Anda bisa mengganti bumbu tersebut dengan bumbu di bawah ini :

1. Garam dan gula

Bumbu termudah yang dapat Anda pilih untuk masakan adalah garam dan gula. Garam merupakan penyedap rasa alami yang tentunya sangat mudah ditemukan terutama di Indonesia. Untuk menciptakan rasa yang gurih, tambahkan gula ke dalam masakan untuk menyeimbangkan asinnya garam.

2. Lada hitam dan lada putih

Bagi Anda yang suka pedas, tentu tak asing dengan bumbu satu ini: lada. Lada hitam dan lada putih dapat memberikan sentuhan berbeda pada masakan Anda, memberinya rasa yang spicy tanpa perlu menggunakan cabai

3. Bawang merah dan bawang putih

Hampir setiap masakan nusantara menggunakan bawang merah dan bawang putih sebagai salah satu komponen bumbunya. Bisa dihaluskan atau diiris tipis, bawang putih akan memberikan rasa gurih yang alami sebagai pengganti MSG. Tambahkan sedikit garam untuk menghilangkan lendir pada bawang putih dan memperkuat cita rasa masakan Anda.

4. Terasi

Beruntunglah masyarakat Indonesia karena memiliki terasi. Terasi merupakan bumbu yang diracik dari bubuk ikan dan udang kecil yang telah melewati proses fermentasi, sehingga memiliki cita rasa yang sangat khas.

Meski umumnya dipakai sebagai penyedap sambal, terasi juga dapat dimanfaatkan untuk menumis sayuran, memasak nasi dan mie goreng, serta membumbui protein seperti ayam potong.

5. Kaldu ayam dan sapi

Kaldu ayam dan sapi biasanya dijual di pasaran dalam bentuk bubuk atau blok. Produk kaldu ini sering digunakan saat memasak baik di restoran atau di rumah. Namun, tahukah Anda, kaldu yang dijual di pasaran sebagian besar mengandung MSG?

Kaldu sebenarnya bisa dibuat di rumah, meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Caranya mudah, cukup merebus tulang ayam atau sapi dalam air  di atas api kecil selama 1-3 jam. Air hasil rebusan tulang ini akan memiliki rasa yang sedap dan gurih, serta dapat Anda simpan di freezer untuk digunakan kembali.

Nusantara sangat kaya akan berbagai bahan masakan dan rempah bumbu alami yang dapat menghasilkan makanan yang lezat. Anda bisa mengolah berbagai bahan makanan dengan beralih dari MSG ke penyedap rasa dari bahan yang alami.