Kenali Depresi yang Menyerang Kim Jonghyun Personel SHINee

MONITOR, Jakarta Seasonal affective disorder (SAD) merupakan jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Seperti kasus yang baru ini menimpa anggota boy band Korea Selatan SHINee, Kim Jonghyun, sebelum mengakhiri hidupnya dengan menghisap briket batubara, rupanya Jonghyun sudah lama merasakan depresi. Di dalam surat wasiat, ia menuliskan rasa depresi yang sudah tidak bisa ditahan lagi.

Murung selama beberapa hari memang wajar. Tapi jika anda terus merasa murung dengan jangka waktu yang lama anda tidak dapat termotivasi melakukan kegiatan yang biasa anda nikmati, anda mungkin mengalami seasonal affective disorder. Jika anda merasakan gejala melemahnya energi dan merasa moody pada musim-musim tertentu, besar kemungkinan anda sedang mengalami gangguan depresi ringan ini (SAD).

Untuk mengantisipasi penyakit ini, yuk kenali gejalanya:

Dalam kasus-kasus yang berhubungan dengan SAD, sejumlah gejala biasanya bermula dengan kondisi yang ringan. Selanjutnya akan semakin parah ketika musim semakin berjalan.

Beberapa tanda dan gejala SAD yang harus Anda perhatikan antara lain:

1. Merasa depresi sepanjang hari

2. Hilangnya minat pada hal-hal yang biasanya disukai

3. Energi terus menurun

4. Mengalami gangguan tidur

5. Selera makan menurun, sehingga berat badan turun

6. Sulit berkonsentrasi

7. Merasa tidak berdaya, dan tidak berguna

8. Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri

9. Menarik diri dari pergaulan

Penyebab depresi (SAD)

Beberapa faktor yang diyakini berperan besar dalam munculnya Seasonal Affective Disorder adalah:

1. Jam biologis (irama sirkadian). 

Kurangnya intensitas sinar matahari di musim gugur dan musim dingin bisa memicu SAD. Akibatnya, jam tubuh terganggu sehingga mengakibatkan perasaan murung dan depresi.

2. Pengaruh serotonin. 

Hormon serotonin yang diproduksi di dalam otak memengaruhi mood. Berkurangnya intensitas sinar matahari bisa menurunkan level serotonin sehingga mengakibatkan depresi SAD.

3. Melatonin terganggu.

Perubahan musim juga menyebabkan gangguan keseimbangan level melatonin di dalam tubuh. Kondisi ini mengacaukan mood terganggu dan pola tidur juga terpengaruh.

Perawatan dan pencegahan depresi (SAD)

1. Terapi cahaya.
Dalam terapi cahaya atau fototerapi, Anda duduk beberapa meter dari kotak terapi cahaya khusus sehingga terkena cahaya terang. Terapi cahaya meniru cahaya outdoor dan menyebabkan perubahan kimia otak yang terkait dengan suasana hati. Pengobatan ini mudah digunakan dan tampaknya memiliki efek samping yang rendah.

2. Obat-obatan.
Beberapa orang dengan gangguan afektif musiman manfaat dari pengobatan dengan antidepresan, terutama jika gejalanya parah. Obat yang biasanya digunakan untuk mengobati gangguan afektif musiman termasuk: Bupropion, paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), fluoxetine (Prozac, Sarafem) dan venlafaxine (Effexor).

3. Psikoterapi.
Psikoterapi adalah pilihan lain untuk mengobati gangguan afektif musiman. Meskipun gangguan afektif musiman diperkirakan berhubungan dengan proses biokimia, mood dan perilaku juga dapat menambahkan gejala. Psikoterapi dapat membantu Anda mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif dan perilaku yang mungkin membuat Anda merasa lebih buruk. Anda juga dapat mempelajari cara-cara sehat untuk mengatasi gangguan afektif musiman dan mengelola stres.

Orang yang mengalami depresi biasanya sembuh lebih cepat dengan bantuan dan dukungan dari orang lain. Anda harus membicarakan kondisi Anda kepada anggota keluarga dan teman-teman. Depresi ringan yang menjadi serius tetap dapat diobati. Hubungi dokter atau terapis jika Anda menemukan adanya perubahan gejala atau perasaan Anda. Mintalah kerabat atau teman untuk membantu Anda memantau gejala-gejala depresi.