Kenali Dampak Buruk Kecanduan Pornografi

MONITOR, Jakarta – Pornografi merupakan gambaran atau video yang bersifat sara dimana sekarang ini semakin bebas akses untuk melihat dan melakukan hal tersebut, nyatanya kecanduan pornografi mempunyai dampak yang buruk bagi otak. Karna itu selalu waspadai anak-anak dalam pergaulan dan bermain internet.

Berikut dilansir keluarga.com dampak yang timbul akibat kecanduan / terlalu sering mengkosumsi pornografi.

1. Menciptakan ikatan emosional dengan dunia maya

Semua orang memiliki kebutuhan penting terhadap kedekatan manusia dan hubungan emosional dengan orang lain. Ketika seseorang melihat pornografi, mereka akhirnya menciptakan sebuah kecanduan terhadap dunia buatan, dunia yang palsu dan bisa benar-benar kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang nyata.

2. Seks tanpa kedekatan

Pornografi adalah tentang seks yang digunakan untuk alasan yang salah. Karena itu adalah seks tanpa kedekatan emosional, rasa lapar yang mendasari ketidakpuasan. Si pengguna mulai bertanya-tanya apa yang salah dengan hubungan mereka dan mulai jengkel dan tertekan. Mereka akhirnya merasakan kekosongan emosional dan terputus dari orang-orang di sekitar mereka.

3. Ketidakpuasan

Sementara itu penggunaan pornografi dapat menyebabkan jangka pendek yang tinggi, pada akhirnya menghasilkan kekosongan perasaan, rasa rendah diri dan kesepian yang mendalam. Hal itu pada akhirnya membuat jarak dalam hubungan emosi seseorang. Karena dunia pornografi adalah dunia buatan dan tidak bisa memuaskan kebutuhan bagi kedekatan emosional, kebutuhan dasar ini tetap belum bisa terpenuhi, membuat nafsu menjadi lebih tak terkendali.

4. Memicu siklus kecanduan di dalam otak

Penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan fungsi otak yang sebenarnya pada seseorang yang memiliki kecanduan – dan perubahannya adalah sama pada semua kecanduan terhadap alkohol, obat-obatan, atau pornografi. Karena penggunaan pornografi bisa menjadi kecanduan yang sebenarnya, si pengguna tidak mampu untuk menghentikan melalui kekuatan kehendak mereka sendiri. Para pecandu pornografi perlu untuk terlibat dalam proses pemulihan yang sulit sama seperti yang dialami pecandu narkoba.

5. Tidak te​rpuaskan

Menggunakan pornografi untuk merasakan kesenangan dan melarikan diri dari perasaan rendah diri, kecemasan, kebosanan dan frustrasi menciptakan gerbang bagi kecanduan. Ketika kesenangan yang terburu-buru itu menghilang, perasaan yang dirasakan oleh pengguna yang sedang mencoba untuk melarikan diri muncul kembali lebih kuat daripada sebelumnya, dan mereka dipaksa untuk mengulangi siklus tersebut. Seiring waktu, kimia otak mereka diubah dan kecanduan yang penuh terjadi.

6. Pe​nipuan besar

Pada awalnya, Anda tertarik terhadap pornografi karena hal-hal positif yang dilakukannya terhadap diri Anda ("Saya suka perasaan yang saya rasakan," "Ini adalah waktu favorit saya." "Saya merasa kesepian," "Ini adalah penghargaan kepada diri saya karena telah melewati hari-hari yang sulit…") Pada akhirnya, yang terjadi justru sebaliknya. ("Saya tidak lagi merasakan respon emosional terhadap apa pun," "Tidak ada apa pun di dalam kehidupan saya, saya bisa menikmati untuk melakukannya," "Saya merasa benar-benar diasingkan dari dunia," .

7. Tiruan dari hal-hal yang nyata

Dengan pornografi, kita menggunakan seks sebagai pengganti pengasuhan, keintiman, dan cinta. Seks tidak lagi menjadi sumber hubungan yang indah antara diri kita yang paling dalam dan rekan tercinta kita, itu menjadi komoditi yang digunakan untuk menghindari keintiman dan kebutuhan yang harus dipenuhi melalui hubungan manusia.

8. Selalu lapar

Karena ini adalah zat adiktif, ini membuat hawa nafsu bagi dirinya sendiri. Hawa nafsu ini meningkat dari waktu ke waktu sewaktu Anda meluangkan lebih banyak waktu melihat pornografi. Waktu yang dihabiskan untuk melihat pornografi bisa membahayakan pekerjaan, hubungan dan ketertarikan terhadap hiburan yang sehat.

9. Peningkatan

Seiring waktu, pornografi yang pertama kali kita lihat mulai menjadi hal yang lumrah. Kita mulai meningkatkan keinginan untuk melihat hal-hal yang kita pernah anggap sebagai sesuatu yang terlalu jauh atau benar-benar salah. Kita merasakan peningkatan hasrat untuk melakukan hal-hal yang akan merusak reputasi dan hubungan kita.

10. Kebenaran menjadi tumpul

Dalam jangka panjang, pornografi tidak akan menopang ego yang goyah, tidak akan mengisi kekosongan yang tersisa dari luka masa kanak-kanak atau ditinggalkan, tidak akan menyelamatkan hubungan yang goyah atau pernikahan yang gagal dan yang tidak memuaskan. Pada kenyataannya, hal itu akan memperbesar setiap luka emosional dari masa lalu dan melumpuhkan kemampuan Anda untuk memenuhi kebutuhan penting emosional Anda, merusak kemampuan Anda untuk memiliki hubungan yang sehat dan membuat Anda tidak mampu secara seksual atau emosional menanggapi pasangan Anda.

Advertisementdiskusi publik wagub dki