Ilmuwan Temukan Penyebab Tingginya Sambaran Petir di Jalur Pelayaran

MONITOR – Para peneliti dari Universiy of Washington Amerika menemukan bahwa jalur pelayaran di Asia memiliki dua kali lipat jumlah sambaran petir akibat kapal-kapal kargo yang melintasi laut. Bagaimana mereka menjelaskan data tersebut?

Dilansir Sputnik, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Geophysical Research Letters minggu ini, para peneliti mengatakan bahwa mereka mencatat bahwa dua jalur pelayaran internasional di Asia mengalami hampir dua kali lipat jumlah sambaran petir di dunia.

Mereka juga mengamati catatan sambaran petir di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan setiap tahunnya, kurn waktu 2005 hingga 2016. Dari data tersebut mereka menemukan tingkat petir yang paling tinggi terdapat pada jalur pelayaran antara Srilanka dan Sumatra, juga antara Singapura dan Vietnam.

<iframe width=”660″ height=”371″ src=”https://www.youtube.com/embed/H8U9crZ9ec8″ frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>

Namun, tim peneliti yang dipimpin oleh Ilmuwan dari Departmen Ilmu Atmosfer Universitas Washington Joel Thornton sama sekali tidak membahas soal kondisi cuaca di lokasi tersebut, melainkan resiko sambaran petir di jalur-jalur yang disebutkan adalah akibat kapal itu sendiri.

"Kami berhipotesis bahwa emisi partikel aerosol dan prekusor akibat lalulintas kapal maritim menyebabkan peningkatan mikrofisika koveksi dan elektrifikasi badai di jalur pelayaran," kata lapran mereka.

Dalam istilah awam, mereka menyimpulkan bahwa partikel-partikel yang ada di cerobong-cerobong kapal menghasilkan partikel es yang saling bergesir hinga menghasilkan petir.

Yang lebih meyakinkan mereka lagi, temuan bahwa resiko sambaran petir dua kali lipat berada di jalur pelayaran, namun mereka tidak menemukan bukti bahwa di jalur-jalur pelayaran yang dimaksud memiliki cura hujan yang lebih tinggi dari kawasan lain. Juga kapal yang terkada tersambar petir adalah kapal besar yang telah dilengkapi penangkal petir di tiang-tiangnya, dimana tiang tersebut telah dirancang untuk melepaskan muatan listrik ke laut dengan aman.