Cara Jitu Bank Mandiri Agar Kartu e-Toll Tidak Mudah Tertukar

MONITOR, Jakarta – Ruas jalan tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mulai tanggal 31 Oktober 2017 hanya akan menerima transaksi pembayaran melalui uang elektronik (Non Tunai). Sebagai salah satu bank nasional yang menyediakan program uang elektronik, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk cukup masif untuk melakukan penetrasi uang elektronik di sejumlah gerbang tol.

Beragam upaya jitu dilakukan Bank Mandiri untuk memudahkan para pelanggan. Dari mulai memberikan panduan hingga trik-trik jitu. Misalnya, kasus tertukarnya kartu elektronik tol dengan yang lain.

Terkait kasus ini, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menyarakan, agar para pengguna jalan tol memberikan penanda dengan label kartu. Ini dilakukan supaya kartu e-money tersebut tidak tertukar.

"Cara tersebut dilakukan agar kartunya tidak tertukar. Jika tidak beri penanda pada kartu uang elektronik, kemungkinan akan terlihat sama dari bentuknya. Hanya satu yang membedakan, yaitu saldo yang diisi oleh pengguna kartu e-money," jelas Rohan di Jakarta, Selasa (17/10).

Penanda yang dimaksud Rohan, yakni berupa sticker. "Kartu ini boleh dibilang uniform ya. Relatif seragam semua, jadi tolong masing-masing kasih stiker lah, untuk lebih ngamaninnya, biar aman dan tidak tertukar. Yang paling penting tidak tertukar," jelasnya.