Bunuh Diri di Kalangan Artis Korea Jadi Trend

MONITOR, Jakarta – Belum lama ini para penggemar K-Pop dikejutkan oleh kabar meninggalnya kim Jonghyun personel boy band SHINee, tidak lama setelah itu industri perfileman korea kembali memberikan kabar duka dimana diawal tahun 2018 ini di kejutkan dengan kabar meninggalnya aktor tampan Jeon Tae Soo pada tanggal 21 januari kemarin.

Menurut kabar yang didapat dari agensi, Sun and Moon Entertaiment, adik dari aktris Ha Ji Won ini meninggal dunia setelah berjuang melawan depresi bertahun-tahun.

Jeon sempat menerima perawatan khusus depresi dan telah dikabar kan kalau kondisinya mulai membaik, dan dia juga berniat untuk comeback ke dunia akting.

Pada bulan Maret nanti Jeon genap berusia 34, belom ada penjelasan tentang bagaimana meninggalnya Jeon.

Rencananya pemakaman Jeon akan digelar secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat dekat dan keluarga.

Kematian para artis di korea memang sangat tinggi penyebabnya tidak lain dan tidak bukan karena depresi. Di Kutip dari data WHO tahun 2015 menunjukkan, tingkat bunuh diri Korea Selatan mencapai 24,1 dalam 100 ribu populasi. Dari data WHO itu juga terlihat, warga berjenis kelamin laki-laki cenderung lebih tinggi dengan angka 36,1. Sementara tingkat bunuh diri perempuan adalah 13,4.

Data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga setali tiga uang. Korea Selatan termasuk negara dengan angka bunuh diri tertinggi di antara negara-negara OECD.  Korea bahkan 'mengalahkan' Jepang yang ada di tingkat 18,7 per 100 ribu orang. Sementara rata-rata angka bunuh diri di negara-negara OECD ada di angka 12 orang per 100 ribu (2013). 

Menurut ahli, kasus bunuh diri para pesohor bisa memberi wawasan mengapa orang Korea cenderung mudah memutuskan bunuh diri.

Psikolog dari Yonsei University, Hwang Sang-min, menjelaskan orang Korea cenderung membentuk identitas mereka melalui bagaimana mereka dilihat dan diterima orang lain.

"Ketika mereka tidak bisa menunjukkan sisi terbaiknya kepada orang lain, mungkin mereka akan menyerah dan mengambil keputusan drastis," jelas Sang-min.

Kecenderungan itu, imbuhnya, cenderung menguat di antara selebriti–yang notabene mata pencahariannya bergantung pada popularitas mereka