7 Fakta Kentut Bagi Kesehatan

MONITOR, Jakarta – Kebanyakan orang berfikir kentut merupakan hal yang menjijikan, padahal nyatanya tidak ada satu orangpun yang tidak pernah kentut, sebuah penelitian menunjukan bahwa kentut menandakan kondisi tubuh yang sehat. Kentut atau buang angin merupakan fungsi alami bagi tuubuh.

Berikut dilansir tongliaodir.com 7 manfaat kentut atau buang angin bagi kesehatan.

1. Mengurangi Kembung

Kembung adalah perasaan pembengkakan tubuh dan kenaikan berat badan sementara. Kembung memang tidak berbahaya, namun membuat kebanyakan orang merasa tidak nyaman dan mungkin membuat celana terasa sedikit lebih ketat dari biasanya. Pada beberapa kasus, kembung disebabkan oleh retensi air oleh tubuh untuk berbagai alasan. Namun, jika air yang disimpan terlalu banyak maka kemungkinan besar Anda akan merasa mulas dan ingin buang angin karena posisi gas yang terdesak di dalam sistem pencernaan. Oleh karena itu, saat Anda buang angin, maka akan bisa mengurangi rasa tidak nyaman karena kembung.

2. Bagus untuk Kesehatan Usus Besar

Menyimpan sesuatu terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Menurut Majalah Kesehatan Wanita, meski tidak berbahaya ketika menahan buang angin, namun jika sebelumnya Anda memiliki masalah pencernaan, maka menahan buang angin berpotensi menyebabkan masalah pada usus besar.

3. Memperingatkan Jika Ada Masalah Kesehatan

Meskipun tidak enak, perubahan perut kembung sebenarnya bisa menjadi tanda atau peringatan untuk masalah kesehatan lainnya. Perut kembung, bau kentut yang sangat bau, dan rasa sakit saat buang angin dapat menjadi peringatan sesuatu seperti adanya intoleransi laktosa atau kanker usus besar. Jangan abaikan saat perut kembung dan cobalah diskusikan semua masalah perut dengan dokter. Percakapan mungkin terasa memalukan, tapi hal ini sangat berharga untuk kesehatan Anda.4 Bau Kentut Menyehatkan

Bau kentut atau buang angin memang terkadang atau sering sangat tidak enak dan mengganggu. Namun, ketahuilah bahwa ternyata mencium bau kentut dapat bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian telah membuktikan bahwa hidrogen sulfida (sejumlah kecil senyawa yang terkandung pada gas saat kentut) dapat melindungi Anda dari beberapa penyakit. Memang, hidrogen sulfida berbahaya dalam jumlah banyak, namun dalam dosis kecil, ia dapat menangkal kerusakan sel dan mencegah serangan jantung dan stroke. Jadi, alih-alih kabur saat mencium bau kentut, sebaiknya Anda tetap bertahan dan menikmati baunya.

5. Membantu Menyeimbangkan Diet

Kita semua perlu makan makanan yang sehat dan seimbang, tapi terkadang “disiplin” bisa menjadi tantangannya. Perut kembung benar-benar dapat membantu agar Anda tetap pada jalur makan yang sehat dan seimbang.

Misalnya, jika Anda jarang merasa ingin buang angin. Mungkin Anda perlu lebih banyak serat dalam makanan. Sumber serat yang baik termasuk lentil, kacang lima, brokoli, artichoke, raspberry, kacang polong, alpukat, blackberry, pasta gandum utuh, dan pir. Serat cukup dalam makanan sehari-hari juga dapat membantu Anda terhindar dari sembelit. Serat mampu membuat kotoran menjadi lebih lembut dan lebih berat, sehingga memungkinkannya bergerak lebih mudah melalui saluran pencernaan.

Makan daging merah terlalu banyak bisa membuat bau kentut Anda sangat tidak enak. Jadi, jika Anda merasa bau kentut Anda sangat bau, itu artinya Anda perlu mengurangi jumlah konsumsi daging merah dalam makanan.

6. Bakteri Usus yang Sehat

Perut kembung bisa mengindikasikan kesehatan pencernaan yang baik. Beberapa makanan yang mampu menyehatkan mikrobioma dalam usus dan meningkatkan pencernaan agar lebih efisien seperti kubis brussels, kembang kol, dan kol. Makanan ini tidak hanya membantu pencernaan menjadi lebih baik, namun juga menghasilkan lebih banyak gas. Sering mengalami perut kembung mungkin adalah tanda bahwa sistem pencernaan Anda sehat. Hippocrates mengatakan bahwa “Semua Penyakit Dimulai dalam Usus”, sehingga Anda bisa menilai kesehatan Anda hanya dari kotoran saat buang air besar.

7. Melegakan

Meskipun memalukan, buang angin adalah hal yang sangat melegakan. Menahan buang angin bisa membuat seseorang menjadi pemarah dan merasa tidak nyaman. Anda mungkin akan membentak pasangan atau rekan kerja Anda, atau menggerutu pada beberapa orang saat Anda sedang berusaha menahan angin. Tidakkah lebih baik Anda tetap buang angin dan malu? Memang, mungkin Anda tidak dapat selalu membuang angin pada kondisi tertentu, namun jika sekali-kali Anda lakukan itu, maka hal tersebut dapat menyebabkan suasana hati menjadi lebih baik.