101 Atlet Panjat Tebing Meriahkan Gelaran POPNAS XIV

MONITOR Solo – Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV telah dimulai. Hari ini, Rabu (13/9), sebanyak 101 atlet panjat tebing dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti POPNAS XIV di Solo, Jawa Tengah.

Pada turnamen ini, pertama kalinya cabang olahraga panjang tebing dipertandingkan di ajang olahraga paling bergengsi untuk tingkat pelajar di Indonesia.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin menyatakan optimis cabor panjat tebing menjadi nomor resmi yang dipertandingkan dalam POPNAS.

"Panjat tebing bisa menjadi nomor resmi yang dipertandingkan dalam POPNAS. Apalagi di tingkat pelajar, panjat tebing mulai populis dan banyak sekolah yang telah menjadikan olahraga ini sebagai ekstra kurikuler," ucapnya saat membuka gelaran POPNAS XIV cabang olahraga panjat tebing.

Begitupun dengan Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Rudy. Ia optimis panjat tebing bisa menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan pada POPNAS XV yang akan dihelat di Papua pada 2019.

"Sementara ini baru delapan nomor atau delapan medali. Tapi, ini adalah tonggak sejarah yang kami yakin akan bisa menjadikan panjat tebing sebagai cabang olahraga resmi dalam POPNAS," ujar Rudy usai upacara pembukaan di Komplek Stadion Manahan, Solo.

Diketahui 101 atlet panjat tebing ini berasal dari 22 provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Papua yang akan menjadi tuan rumah POPNAS XV pada tahun 2019. Mereka terdiri dari 61 atlet putra dan 40 atlet putri.

Rencananya mereka akan bertanding di delapan kategori, yaitu Lead Putra dan Putri, Boulder Putra dan Putri, Speed Classic Putra dan Putri serta Speed World Rercord Putra dan Putri.

Sejumlah atlet muda yang dalam Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur XII di Sawahlunto meraih medali juga turut bertanding. Beberapa di antaranya adalah Kharisma Ragil Rakaksiwi dari Jawa Timur dan Dyah Puspitaningtyas dari Daerah Istimewa Yogyakarta.