Menkop UKM Ingatkan Masyarakat Agar Waspadai Rentenir

Peresmian Kantor Koperasi (Foto: Humas Kemenkop UKM)

MONITOR, Ruteng – Dalam rangka mendukung perkembangan Koperasi di Propinsi NTT, Kementerian Koperasi dan UKM hadir meresmikan kantor baru dari tiga Koperasi yang beroperasi di tiga wilayah Pulau Flores. Tiga koperasi tersebut adalah KSP Kopkardios Ruteng – Kab. Manggarai, kantor baru Kopdit Abdi Manggarai Timur (AMT) – Kab. Manggarai Timur, dan Kopdit Boa Wae di Kab. Nagekeo.

Peresmian kantor baru dari tiga koperasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara Peringatan HUT Koperasi Tingkat Provinsi NTT ke-71 yang dilaksanakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Ketiga gedung baru tersebut secara simbolis diresmikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM, Suparno dalam seremoni peresmian kantor baru Kopkardios Ruteng pada hari Sabtu 7 Juli 2018.

Sementara acara pengguntingan pita peresmian kantor baru KSP Kopkardios sendiri dilakukan secara bersama-sama oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Deputi Pengawasan Kemenokop dan UKM, didampingi Bupati Manggarai, Deno Kamelus.

Usai menggunting pita di depan pintu utama kantor Kopkardios Ruteng, para pejabat itu melakukan pemeriksaan beberapa ruangan di dalam gedung tiga lantai itu. Frans Lebu Raya, Suparno dan Deno Kamelus secara berurutan mengisi buku tamu.

Menariknya, pada kesempatan itu Gubernur Frans Lebu Raya secara spontan menawarkan diri untuk menjadi anggota Kopkardios. Tawaran itu langsung direspon oleh pihak manajemen dan saat itu juga menerbitkan buku nasabah. Untuk beberapa menit Frans Lebu Raya terlihat mengisi lembar registrasi. Manajemen kemudian mengumumkan nomor nasabah untuk Lebu Raya yakni 11147.

Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno sambutannya mengatakan, pertumbuhan dan perkembangan koperasi sangat cepat dari waktu ke waktu. Kepada dewan pengurus dan manajemen Kopkardios ia berpesan agar terus memainkan peran mengajak masyarakat cara berkoprasi yang benar.

“Ketika di sekitar kita ini masih banyak rentenir, di sana banyak persoalan terjadi, masyarakat dicekik dan kita harus berjuang melawan orang-orang seperti ini,” kata Suparno.

“Koperasi merupakan wadah untuk pengembangan ekonomi dalam rangka untuk perbaikan kehidupan pribadi masing-masing anggota. Namun lebih dari itu juga berikan kontribusi bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di negara kita,” ujarnya menambahkan.

Ketua Kopkardios Ruteng, Kanisius Theobald Deki menyampaikan terima kasih untuk kesediaan Deputi Pengawas Kemenkop-UKM, Gubernur NTT dan jajarannya serta pemerintah kabupaten Manggarai yang mendukung peresmian kantor Kopkardios yang beralamat di Jalan Pelita Kelurahan Bangka Watu, Kabupaten Manggarai ini.

Deki selanjutnya menjelaskan sejarah terbentuknya Kopkardios yang awalnya hanya untuk karyawan dioses (Keuskupan Ruteng), tepatnya di tahun 1991 dengan 25 orang, dan jumlah dana tidak mencapai Rp 12 juta rupiah. “Tapi hari ini Kopkardios telah menmbukukan aset sebesar Rp 50 miliar dengan jumlah anggota lebih dari 11.000 orang dengan latar belakang lintas agama, suku dan etnis ,” ungkap Deki.

Dia menegaskan, semangat yang dibangun di lingkungan Kopkardios adalah semangat perjuangan untuk mensejahterakan dunia dan manusia. “Salah satu terminologi kesuksesan sebuah koperasi ialah kesejahteraan para anggotanya. Lebih dari itu koperasi harus bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” katanya.

Sementara Petrus Lengi, Ketua Kopdit Boawae mengungkapkan, koperasi yang berdiri sejak 1974 di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo ini telah melayani 15.016 anggota hingga saat ini dengan jumlah aset Rp 126 miliar.

“Saat berdiri di tahun 1974, Kopdit Boawae bermodal 63 orang. Kami terus tumbuh dan diterima masyarakat. Kami targetkan akhir 2018 nanti anggota kami tembus 17.000 dan aset menyentuh 130 miliar rupaih,” ungkap Petrus yang juga menjabat Wakil Puskopdit Flores Mandiri ini usai seremony peresmian.