Tinjau TBBM, Pertamina Apresiasi Kerja Satgas Nataru

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina memastikan penyaluran BBM dan LPG selama 14 hari masa Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018, berjalan dengan baik.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan langsung ke Terminal BBM Plumpang Jakarta, penyaluran hingga malam Tahun Baru 2018, tidak menghadapi hambatan.

Saat berkunjung ke Terminal BBM Jakarta Group, Direktur Pemasaran Pertamina, Muchammad Iskandar menyebutkan bahwa masa tugas Satgas Nataru 2018, berjalan lancar. 

"Kenaikan permintaan BBM dan LPG masyarakat dapat terlayani dengan baik," ujar Iskandar.

Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Satgas Nataru 2018, awak mobil Tangki, operator SPBU, pengendara motor satgas BBM dan seluruh pihak yang terlibat sehingga pelayanan BBM dan LPG dapat terlayani dengan baik.

"Berkat mereka yang bertugas selama masa liburan ini, pelayanan dapat berjalan dengan baik. Mereka rela jauh dari keluarganya meskipun yang lain sedang berlibur," ungkap Iskandar.

Seperti diketahui, Pertamina membentuk Satgas Nataru 2018 yang bertugas sejak 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. Selama masa itu, Pertamina memrediksi adanya perubahan pola konsumsi BBM, LPG dan Avtur di masyarakat.

Pertamina mencatat, selama masa tugas Satgas Nataru 2018,
terjadi peningkatan konsumsi Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax Series) sebesar 94.000 kilo liter (KL), atau setara 2.4 % dari pemakaian rata-rata Satgas Nataru 2017 sebesar 92.000 KL.

Jika dibandingkan kondisi normal, konsumsi Gasoline naik sekitar 5,7% yang rata-rata pemakaiannya sebanyak 89.000 KL.

Konsumsi Gasoil (Solar, Dexlite dan Pertamina Dex) juga tercatat mengalami kenaikan 39.000 KL, atau kurang lebih 8,4% jika dibandingkan konsumi Satgas Nataru 2017 sebesar 36.000 KL.

Sebaliknya jika dibandingkan dengan kondisi pemakaian normal, rata-rata konsumsi Satgas Nataru 2018 justru mengalami penurunan 39.000 KL, atau sekitar 2,5% dibanding kondisi normal pada angka 40.000 KL. Lokasi yang mengalami peningkatan konsumsi paling tinggi terutama di jalur tol dan jalur wisata.

Sedangkan untuk LPG, saat ini, berada dalam stok sangat aman, sekitar 17 hari. Kondisi ini melebih batas aman minimal yang ditentukan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 26 Tahun 2009, yaitu sebesar 11 hari.

Rata-rata penyaluran LPG sampai dengan 31 Desember 2017, mencapai 23,7 ribu metrik ton. Atau sekitar 2% di atas rata-rata penyaluran normal. Atau 1% di atas rata-rata penyaluran periode Satgas Nataru 2017.

Untuk Satgas Nataru 2018, disiapkan titik Kios Pertamax, 15 titik motoris BBM kemasan, 5 titik mobil tangki dispenser, 35 titik SPBU Kantong, tersebar di sejumlah titik strategis, terutama di jalur mudik.

Selain itu, Pertamina menyiapkan 51 SPPBE sebagai SPPBE kantong dengan kapasitas skid tank lebih dari 2.200 Metrik Ton. Kami akan terus melayani kebutuhan BBM dan LPG masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru hingga masa 

Satgas BBM Nataru sendiri rencananya, menurut VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, tugas pengawalannya akan berakhir pada tanggal 8 Januari 2018.

Advertisementdiskusi publik wagub dki