Tiga Menteri Sepakat, Bulog Wajib Serap Hasil Pertanian Lokal

MONITOR, Jakarta – Harga komoditas bahan makanan pokok seperti beras, bawang dan jagung sempat mengalami penurunan. Hal itu diakui Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat menyampaikan pidatonya di Rapat kerja Kementerian Perdagangan RI, Kamis (1/2).

Arief menyatakan, selama menjabat sebagai Menteri, ia melihat peran Bulog sebagai lembaga stabilisasi harga pangan masih kurang. Untuk itu, ia berpendapat hasil pertanian petani Indonesia harus diserap pemerintah melalui Bulog.

Hal demikian, kata Arief, juga diamini oleh tiga kementerian yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN.

"Untuk sektor pertanian, saat ini harga bawang, jagung dan beras turun. Jadi tiga-tiganya harus diserap oleh Bulog dan itu adalah komitmen kami, tercatat dari Februari sampai dengan Juni harus diserap oleh Bulog," ujar Arief di Hotel Borobudur Jakarta.

Ia menambahkan, hasil pertanian yang akan diserap Bulog harus berkualitas. Baik berkualitas rendah hingga primer. Meski demikian, semua hasil panen akan dibeli Bulog dengan harga yang sesuai.

"Kalau di luar kualitas atau kadar airnya di bawah karena musim hujan, itu tetap dibeli dengan harga yang di luar kualitas pula," jelasnya.

Keputusan ini dikatakan Arief, semata-mata untuk membantu petani tidak merugi sebagaimana permintaan Presiden Joko Widodo.

"Presiden melindungi nasib petani, dimana kini jagung sudah ekspor dan dulu Indonesia impor 3.6 juta ton, saat ini sudah ekspor ke enam negara yang salah satu nya Malaysia. Presiden sepakat untuk serap sebanyak-banyaknya dan harus bisa mengekspor," tegasnya.