Tiga Lapangan Andalan Pertamina untuk Genjot Produksi Migas 2018

MONITOR – Guna menggenjot produksi minyak dan gas (migas) sepanjang 2018, PT Pertamina EP Asset 4 menjagokan tiga lapangan. Diantaranya yakni lapangan migas Sukowati Jawa Timur, CPP Gundih Jawa Tengah dan Donggi Matindok yang terletak di Sulawesi Tenggara.

Mengutip CNN Indonesia, General Manager PT Pertamina EP Asset 4 menyebutkan, dari tiga jagoan tersebut adalah CPP Gundih di Jawa Tengah yang ditargetkan memproduksi gas terbesar. Yakni 44 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang masing-masing berasal dari sumur Kedung di Tuban, Kedung Lusi dan Randu Blatung di Blora.  Sementara untuk Dongi-Matiadok sebesar 105 MMSCFD.

Untuk produksi minyak, target terbesar jatuh pada lapangan untisasi Sukowati. Lapangan tersebut ditargetkan menjadi kontributor terbesar produksi munyak Pertamina EP Asset 4, yakni lebih dari 6.000 barel minyak per hari (BOPD).

 

Central Processing Plant (CPP) Gundih

Dilansir dari situs resmi Pertamina, pasokan gas dari CPP Gundih sebagian besar dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tambaklorok.  Pengaliran gas dari CPP yang telah mengacu pada konsep ramah lingkungan tersebut telah menyumbang potensi efisiensi energi sekitar Rp 21,4 triliun, dan Konversi bahan bakar HSD ke gas juga mereduksi CO2 sebesar 800 ton per hari. Keberadaannya sekaligus menyerap 100 persen tenaga kerja lokal.

CPP tersebut pembangunannya telah dilakukan sejak 1 Juli 2011, dimana proyek pengembangan lapangan gas blok Gundih tersebut berasal dari struktur Kedungtuban, Randublatung dan Kedung Lusi di Blora Jawa Tengah.

 

Lapangan Sukowati

Foto Salah satu sudut lapangan Migas Mudi, Blok Tuban di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban |SuaraBanyuurip.com

Seperti diketahui, PT Pertamina EP dipastikan akan mengelola Lapangan Sukowati, Blok Tuban pada 1 Maret 2018 mendatang pasca berakhirnya kontrak Joint Operation Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) pada 28 Februari 2018.

Lapangan tersebut terletak di Desa Campurrejo Kecamatan Kota dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Saat ini terdapat 36 sumur yang telah dibor di lapangan tersebut, dengan rincian 30 sumur produksi, 1 sumur injeksi dan 5 sumur yang telah disuspensi.

Mengutip Petrominer, dari jumlah tersebut, Lapangan Sukowati dapat memproduksi minyak 9.024 BOPD, gas sebesar 12.698 MSCFD dan 19.042 barrel water perday (BWPD).

 

CPP Donggi-Matindok

Foto: Dilokasi.com

PT Pertamina EP mengalirkan gas (on stream) dari CPP Matindok yang terletak di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah sejak April 2017 lalu. Pasokan gas dari CPP tersebut dialokasikan untuk PT PLN (Persero) dan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) yang merupakan perusahaan penghasil gas alam cair Indonesia.

Dilansir Kompas, total kapasitas kedua CPP tersebut diproyeksi menghasilkan 105 MMCFD dan kondesat sekitar 850 BOPD dengan investasi mencapai 762 dollar AS.

Pasokan gas dari CPP Matindok telah terkontrak dengan DSLNG sebesar 85 MMSCFD hingga 2027. Sementara untuk PLN baru akan menyerap gas 20 MMSCFD mulai 2020 mendatang.

Proyek kedua CPP tersebut dikatakan sebagai proyek yang sangat penting bagi industri minyak dan gas bumi di Indonesia, dan berperan penting dalam mempertahankan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor LNG yang utama di Dunia.

 

Berdasarkan perhitungan atas cadangan gas dan hasil kajian kelayakan ekonomi untuk pengembangan lapangan, Blok Matindok diperkirakan akan mampu memproduksi untuk jangka waktu 20 tahun kedepan.

Untuk diketahui, Pertamina EP Asset 4 memiliki wilayah kerja yang paling luas antara lima asset Pertamina EP. Yakni terdiri dari empat lapangan, yakni Cepu Field di Blora, Jawa Tengah, Poleng Field di Jawa Timur, Donggi-Matindok Field di Kabupaten Banggai Sulawesi Tenggara dan Papua Field di Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia