Terobosan Garuda Indonesia Dalam Mengoptimalkan Pelayanan Jamaah Haji

MONITOR, Cengkareng – Garuda Indonesia melalui anak usahanya PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) yang bergerak dibidang perawatan pesawat melakukan perubahan konfigurasi kursi penumpang (seat reconfiguration) pada pesawat Boeing 777-300 ER yang dioperasikan Garuda Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan optimalisasi layanan penerbangan haji.

Perubahaan konfigurasi pesawat tersebut dilakukan melalui penyesuaian konfigurasi kabin pesawat Boeing 777-300 ER dari tiga kelas (First Class, Bisnis & Ekonomi) atau Triple Class menjadi dua kelas (Bisnis & Ekonomi) atau Double Class yang diperuntukan bagi armada yang akan melayani penerbangan haji. Modifikasi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan ruang pesawat untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar, mengingat pesawat jenis ini akan digunakan sebagai angkutan Haji tahun keberangkatan 2017.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengungkapkan, mengatakan perubahan dari triple class menjadi double class ini guna mempertahankan fleksibilitas penggunaan berbagai rute dengan permintaan kelas bisnis dan ekonomi yang tinggi. “Strategi perubahan konfigurasi kursi ini merupakan upaya Garuda dalam Route Optimization, misalnya rute penerbangan haji dan umrah,” kata Wayan.

Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan menambahkan bahwa project modifikasi kabin ini adalah yang pertama bagi GMF untuk tipe pesawat Boeing 777-300 ER.  Tazar berkata “Kepercayaan Garuda Indonesia terhadap GMF dalam melakukan seat reconfiguration ini merupakan suatu prestasi juga tantangan besar bagi GMF. Untuk pekerjaan ini kami percayakan kepada insan muda professional GMF dan hasilnya memuaskan.” katanya.

Seat Reconfiguration ini dilakukan pada empat pesawat Boeing 777-300 ER dengan registrasi PK – GID, PK – GIE, PK – GIA & PK – GIC dengan merubah konfigurasi kursi pesawat yang semula memiliki 8 kursi First Class, 38 kursi kelas Bisnis dan 268 kursi kelas Ekonomi menjadi 26 kursi kelas Bisnis dan 367 kursi kelas Ekonomi dengan total waktu pengerjaan 20 hari.

Direktur Teknik & Perawatan Garuda Indonesia, I Wayan Susena juga memberikan sertifikat apresiasi kepada GMF dan menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tim GMF dan Garuda Indonesia sehingga dapat menghasilkan pekerjaan yang memuaskan. “Kerja sama yang baik seperti ini merupakan wujud sinergi didalam Garuda Indonesia Group demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” tambah Wayan. Sejalan dengan Wayan, Tazar menambahkan, GMF sebagai perusahaan perawatan pesawat kelas dunia mendukung penuh operational excellence Garuda Indonesia sebagai airline kelas dunia.

Garuda Indonesia mulai tanggal 28 Juli hingga tanggal 26 Agustus 2017 akan menerbangkan sebanyak 107.959 jemaah haji dari Indonesia ke Arab Saudi. Untuk musim haji tahun ini Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 14 pesawat yang terdiri dari jenis Boeing 777-300ER sebanyak 5 unit, Airbus A330-300/200 sebanyak 6 unit, dan 3 Boeing 747-400.

Pada tahun ini kuota haji yang akan diberangkatkan Garuda Indonesia meningkat menjadi 107 ribu penumpang dimana sebelumnya pada tahun lalu berjumlah 79 ribu. Pada tahun ini Garuda Indonesia akan memberangkatkan jemaah haji dari sembilan embarkasi yang terdiri dari 280 kloter di seluruh Indonesia.⁠⁠⁠⁠