Terhitung September, Nilai Aset Perusahaan Bank Mandiri Naik 10 persen

MONITOR, Jakarta – Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, pada Kuartal III-2017 keuangan PT Bank Mandiri tbk naik sebesar RP 15,1 triliun atau tumbuh 25,4 persen jika dibandingkan tahun lalu hanya sebesar Rp 12,01 triliun.

Selain itu, nilai aset perusahaan naik 10,6 persen (year on year/Yoy) menjadi Rp 1.078,7 triliun hingga akhir September. Tiko, sapaan akrab Kartika, menjelaskan bahwa pertumbuhan nilai aset perusahaan tersebut juga didorong agresivitas pertumbuhan kredit 9,8 persen menjadi Rp 686,2 triliun.

"Kinerja kami cukup kembali ke track normalnya. Dalam kondisi perbaikan ini, laba setelah pajak kami tumbuh 25,4 persen menjadi Rp 15,1 triliun di kuartal III ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (24/10).

Dari realisasi laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 9,8 persen menjadi Rp 686,2 triliun di seluruh kelompok pembiayaan, pendapatan bunga bersih tumbuh tipis menjadi 38,84 triliun.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun tumbuh 10,3 persen menjadi Rp 761,5 triliun, pendapatan operasional secara tahunan tumbuh 4,1 persen mencapai Rp 57,5 triliun.

"Tapi kami mengalami penurunan marjin cukup signifikan di kuartal III ini menjadi 5,86 persen dari periode yang sama tahun lalu 6,54 persen. Walaupun NIM 5,86 persen masih cukup wajar dan memadai," jelasnya.

Ditambah, marjin bunga bersih (Net Interest Marjin/NIM) perusahaan merosot. Ia menjelaskan NIM tergerus akibat pergeseran portofolio perusahaan ke segmen korporasi secara drastis, dengan tingkat bunganya lebih rendah.

Tiko mengakui, karena penurunan tingkat bunga yang sudah dilakukan Bank Mandiri selama setahun terakhir ini. "NIM turun drastis selama periode setahun ini karena kami sangat pesat menggeser portofolio ke korporasi, yang bunganya lebih rendah. Tapi kami yakin dengan portofolio yang baru tahun depan, maka bisa tumbuh lagi. Penurunan suku bunga di segmen menengah juga berdampak kepada NIM," tandasnya. (Adv)