Telkom Umumkan 20 Tim Finalis ‘Telkom Hackathon’ 2018

MONITOR, Bandung – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengumumkan 20 finalis ajang kompetisi pembuatan aplikasi berhadiah ratusan juta dan perjalanan bisnis ke luar negeri, Telkom Hackathon 2018.

Dua puluh tim terbaik telah berhasil lolos dari penjurian tahap pertama dan mengalahkan hampir 400 tim lainnya yang berpartisipasi pada kompetisi ini.

Tim finalis yang lolos ke babak final berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Berikut adalah 20 tim finalis Telkom Hackathon terpilih; Cardio PP (Bandung), Cerise (bandung), Digital Koperasi (jakarta), D-LOG (Medan, Bandung, Makassar), ESSchool (surabaya), Fotoin (jakarta), Gifood (yogyakarta), HappyDeliv (Jakarta), Just a pinless Payment Application (bandung), Lamial (yogyakarta), MagiCart (Bandung), Masakin (Jakarta), Medth (jakarta), Natieva(Jakarta), SNOPY (jakarta), Sorella (Jakarta), TRASURANCE (surabaya), Tukang Dagang (Bandung), Ulah – Uang Sekolah (yogyakarta) dan ZAKKI (Denpasar).

Ketua Telkom Hackathon Ahmad Rosadi Djarkasih menyatakan, 20 tim yang lolos dari penjurian tahap pertama telah berhasil menciptakan aplikasi bisnis baru yang inovatif dan menggunakan Application Programming Interface (API) dari Telkom xsight secara efektif.

Telkom xsight adalah portal untuk enterprise akses big data analitik dan devolepr untuk manfaatkan API Telkom.

“Kami sangat antusias dan semangat melihat banyaknya ide kreatif yang dapat diciptakan dengan mengoptimalkan penggunaan Telkom API di xsight. Meyakinkan kami bahwa generasi muda Indonesia kita siap tumbuh dan bersaing di dunia digital dan teknologi masa kini," ujarnya, Jumat (23/2) kemarin.

Tim finalis terpilih akan mengikuti tahap coaching clinic dan grand final yang akan diadakan di Bandung Digital Valley, Jalan Gegerkalong Hilir No 147 Kota Bandung, pada hari Sabtu dan Minggu mendatang (24-25 Februari).

Di hari pertama, peserta akan diberikan pelatihan dan pendampingan (coaching clinic) oleh coach Dr. Eko Budiardjo/IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia) serta Bima Laga/IDEA (Indonesia e-Commerce Association).

Setelah coaching clinic, peserta diberikan waktu untuk melakukan hacking guna meyempurnakan karyanya dengan bimbingan/mentoring dari Dr. Bisyron Wahyudi/Deputy Chairman IDSIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center) selama proses hacking.

Tim juri untuk babak grand final terdiri dari tim internal Telkom dan external. Juri internal Telkom diwakili oleh EVP Divisi Business Service Telkom  Tri Gunadi, Deputy EGM IT Development Telkom Tante Suranto.

Sedangkan tim juri eksternal terdiri dari pakar teknologi Indonesia yaitu Didik Partono Rudiarto dari ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia), Andy Zaki/MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Inovasi dan Komunikasi Indonesia), Prof. Richardus Eko Indrajit/APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia), Betty Alisjahbana/AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), dan I Gusti Manik/Rocklife Systems Inc.

Ketua Satgas xsight Telkom Sri Safitri, menambahkan, kompetisi ini sejalan dengan upaya Telkom mendorong kawula muda untuk memiliki semangat menjadi enterpreneur digital. Sekaligus menyelaraskan diri dengan amanat Presiden Jokowi yang tengah gigih membangun ekonomi digital di Indonesia.  

"Terlebih kami sebelumnya juga sudah sukses menggelar Telkom Hackathon 2015 dan 2016, sehingga event akbar tahunan ini kembali kami selenggarakan guna mencapai tujuan kemandirian ekonomi digital bangsa," sambungnya.

Sri Safitri menjelaskan, Telkom Hackathon merupakan sebuah kompetisi pengembangan aplikasi bisnis digital dengan menggunakan produk API dan big data analitik dari pada platform digital Telkom terbaru, xsight.

Dengan xsight, access kepada API yang terpercaya dan berkualitas menjadi lebih mudah dan mampu memberikan pengalaman "Like Never Before" bagi para developer dan perusahaan.

"Melihat animo yang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, kami optimistis Telkom Hacakthon dan xsight mampu menghasilkan lebih banyak lagi entreprenuer digital yang menghasilkan aplikasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan memajukan bangsa,” pungkasnya.

Asal tahu saja, Telkom Hackathon 2018 dibuka untuk Warga Negara Indonesia (WNI), perorangan atau tim (maksimal 4 orang per tim), developer, startup, mahasiswa, lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan dan lembaga riset baik pemerintah maupun non-pemerintah.

Untuk pengelompokan ide atau karya ada empat kategori yakni eCommerce, Logistik, dan Financial Services.