Telkom Cetak Laba Rp8,7 Triliun di Semester Pertama 2018

Direktur Keuangan Telkom, Harry M Zen

MONITOR, Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membukukan keuntungan sebesar Rp8,7 triliun di semester pertama 2018 (H1-2018) atau turun 28,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp12,1 triliun.

Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp64,37 triliun pada semester I 2018 naik tipis 0,5% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp64,02 triliun.

Dari nilai ini, tercatat Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sebesar Rp28,34 triliun turun 14,7% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp33,2 triliun.

Direktur Keuangan Telkom, Harry M Zen menjelaskan bahwa Telkom mencatatkan pendapatan dari Data, Internet & IT Services sebesar Rp32,74 triliun, data, Internet & IT Service memberikan kontribusi terbesar bagi total pendapatan Perseroan, yakni mencapai 50,9%, dan tumbuh cukup tinggi sebesar 20,7%.

“Peningkatan pendapatan dari Data, Internet & IT Service tersebut sejalan dengan lonjakan traffic mobile data dan peningkatan pengguna layanan fixed broadband,” ujar Harry, Rabu (1/8).

Telkomsel selaku entitas anak usaha di segmen Mobile membukukan pendapatan Rp42,74 triliun dan Laba Bersih Rp11,72 triliun. Sementara itu, segmen Consumer tumbuh 20,8% yang didorong oleh bisnis IndiHome.

Layanan fixed broadband IndiHome mencatat pertumbuhan pelanggan yang sangat tinggi yakni sebesar 105,3%, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 46,8%.

Jika pada bulan Juni tahun lalu, pelanggan IndiHome baru mencapai 2 juta pelanggan, maka pada bulan Juni tahun ini meningkat dua kali lipat menjadi 4,14 juta pelanggan dengan Average Revenue Per User (ARPU) Rp 251 ribu.

Telkom akan terus mempercepat pertumbuhan pelanggan IndiHome dengan menawarkan diversifikasi produk yang tepat, meningkatkan produktivitas teknisi serta memperkuat jaringan dan sistem IT.

Selain itu, Telkom juga secara terus-menerus memperkaya konten yang dilengkapi dengan fitur-fitur menarik serta meningkatkan layanan purna jual untuk memberikan excellent customer experience kepada pelanggan.

Sementara itu, segmen Enterprise mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,3 triliun, atau tumbuh sebesar 19,5% dibanding tahun lalu. Di segmen ini, Perusahaan tetap fokus pada penyediaan layanan solusi information and communication technology (ICT) terintegrasi dan berkualitas tinggi untuk para pelanggan korporat, lembaga dan instansi Pemerintah serta UKM.

Untuk segmen Wholesale and International Business, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun atau tumbuh 21,7% dibanding tahun lalu. Hal ini didukung dengan telah beroperasinya sistem kabel laut SEA-ME-WE5 yang menghubungkan Dumai dengan Marseille dan SEA-US yang menghubungkan Manado dengan Los Angeles.

Saat ini, Perseroan juga sedang dalam tahap penyelesaian Indonesia Global Gateway (IGG) yang menghubungkan SEA-ME-WE5 dengan SEA-US.

Telkom juga baru saja menyelesaikan pembuatan Satelit Merah Putih yang memiliki kapasitas 60 C-band dan extended C-band transponder. Wilayah yang dicakup oleh Satelit Merah Putih adalah Indonesia, Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Satelit Merah Putih direncanakan akan diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2018 dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida. Satelit ini akan memperkuat posisi TelkomGroup dalam bisnis satelit baik lokal maupun regional.

Hingga akhir semester I 2018, TelkomGroup telah membelanjakan capital expenditure (capex) sebesar Rp14.1 triliun. Capex terutama dimanfaatkan untuk mendukung bisnis broadband, baik fixed maupun mobile, seperti pembangunan infrastruktur backbone dan akses fiber optic, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel, pembuatan satelit dan menara telekomunikasi.

“Telkom senantiasa memperkuat dan memperluas jaringan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas layanan TelkomGroup dan mendorong berbagai inovasi digital untuk memastikan Perseroan dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” pungkasnya.