Target PDB 2017 Menunggu Respon Pasar

MONITOR, Jakarta – Research Analyst ForexTime (FXTM), Lukman Otunuga mengatakan, pergerakan pasar pada masa mendatang bakal memantau pencapaian target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang telah ditargetkan pemerintah.

Lukman menuturkan, saat ini, pertumbuhan PDB sebesar 5,2 persen yang ditargetkan oleh pemerintah terjadi pada 2017 sedang menunggu respon pasar yang masih dalam fase memantau.

"Pasar memantau apakah target pertumbuhan PDB 5,2 persen akan tercapai di tahun 2017," kata Lukman Otunuga, di Jakarta, Selasa (12/3).

Menurut Luqman, meski sentimen terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang kemungkinan memburuk di jangka pendek karena penjualan ritel yang melemah, prospek ekonomi secara umum tetap menjanjikan.

Luqman berpendapat, bahwa hasil kajian yang menyatakan merosotnya penjualan ritel pada Juli 2017 sebesar 3,3 persen dibandingkan satu tahun sebelumnya merupakan kontraksi pertama dalam enam tahun terakhir.

Dengan demikian, lanjutnya, hal itu juga dinilai bisa memicu munculnya kecemasan tentang penurunan tingkat konsumsi di Indonesia pada tahun ini.

Sebagaimana diwartakan, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada 2018 mencapai 5,26 persen.

"PDB (produk domestik bruto) pada 2018 kami perkirakan naik 5,2 persen," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah dan BI di Jakarta, Senin (11/9).

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta adanya peningkatan kinerja belanja pemerintah dalam APBN untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada akhir tahun.

Menko Perekonomian di Jakarta, Jumat (8/9) mengatakan pertumbuhan konsumsi pemerintah yang didukung oleh membaiknya realisasi belanja ini bisa mendukung kinerja investasi dan ekspor, yang pada semester I-2017 berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Junaidi Auly. Dia menyatakan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan salah satu solusi dalam menggairahkan pertumbuhan perekonomian nasional di tengah lesunya kondisi perekonomian global.

Untuk itu, pemerintah juga selayaknya agar tidak hanya fokus pada kebijakan dan program, tetapi fokus juga pada perbaikan implementasi pemberdayaan UMKM di lapangan.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berpendapat bahwa pemberdayaan UMKM juga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, terutama dalam mengatasi persoalan kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan daerah.

Ia juga mengapresiasi Bank Indonesia terkait dengan program pemberdayaan UMKM melalui kluster-kluster yang mengelompokkan industri inti yang saling berhubungan, baik industri pendukung, jasa penunjang, infrastruktur ekonomi, pendidikan, teknologi, maupun sumber daya alam.

Junaidy mengingatkan bahwa hal itu jangan dilakukan secara parsial. Namun, pihak lain seperti BUMN dan BUMS juga bisa lebih aktif berdayakan UMKM.

Fraksi PKS juga telah menginisiasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kerwirausahaan Nasional yang diharapkan dapat menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan yang inovatif dalam membangun perekonomian nasional.

Ant