Target 2018, 4000 Pelaku Usaha Ikuti Workshop e-Smart IKM

MONITOR, Jakarta – Untuk mengembangkan sektor Industri digital, Kemenperin menggandeng PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) untuk mendukung kegiatan workshop e-Smart IKM. Program e-Smart IKM bertujuan membantu pelaku IKM memperluas pasar mereka melalui platform digital. Hal itu diungkapkan Dirjen IKM Gati Wibawaningsih.

Gati menyatakan, pada tahun 2017, jumlah peserta workshop e-Smart IKM mencapai 1700 pelaku usaha atau melebihi target awal sebanyak 1000 pelaku usaha. Periode 2018-2019, Ditjen IKM menargetkan sekitar 4000-5000 pelaku usaha yang akan mengikuti workshop e-Smart IKM. Sementara tahun 2019, ditargetkan sebanyak 10.000 IKM akan mengikuti workshop e-Smart IKM.

“Mereka dapat memasarkan produknya secara online di marketplace yang telah bekerja sama dengan kami. Lewat Ruangguru ini, kami juga mau bikin pelatihan yang lebih murah dan bisa menjangkau lebih banyak lagipelaku IKM," ujar Gati.

Sementara itu, CEO PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) Adamas Belva Devara megungkapkan, pihaknya melihat bahwa kemitraan ini adalah kesempatan baik untuk kami dapat berkontribusi dalam memajukan perindustrian di Indonesia, khususnya sektor IKM.

“Platform kami sejauh ini sudah dimanfaatkan oleh jutaan pelajar dalam kegiatan belajar dan kami melihat peluang bahwa platform
kami dapat memberi manfaat lebih bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Belva menambahkan, "masih banyak IKM yang butuh pelajaran tentang menjalankan praktik bisnis yang baik. Contohnya, teknik pemasaran, hak cipta, pembukuan, penentuan harga, proses restrukturisasi, dan deskripsi produk yang menarik. “Banyak usaha di luar sana yang belum mampu melakukannya, padahal produknya bisa bersaing dengan kualitas bagus,” ujarnya.

Untuk itu, Belva optimistis, kerja sama kedua pihak ini bakal berhasil dan bisa menghemat biaya sosialisasi yang dilakukan secara offline. Selain itu menjangkau masyarakat yang ingin mendapatkan informasi untuk belajar bisnis.

“Kami merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada layanan pendidikan. Berdiri sejak 2014, Ruangguru telah memiliki lebih dari 6 juta pengguna, baik siswa maupun guru,” ungkapnya.

Saat ini, Ruangguru mengembangkan berbagai layanan belajar berbasis teknologi, termasuk layanan kelas virtual, platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, serta konten-konten pendidikan lainnya yang bisa diakses melalui web dan aplikasi. Startup yang didirikan oleh Belva Devara dan Iman Usman ini juga telah bermitra dengan 32 Pemerintah Provinsi serta 326 Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk menyediakan fasilitas pendidikan online bagi siswa setempat.

Advertisementdiskusi publik wagub dki