Tangkap Peluang, Ralali.com Ingin Padukan Desain Bangunan dengan Alam

MONITOR, Tangerang – Dalam dunia desain dan konstruksi, tentu sudah tidak asing dengan istilah green design dan fengshui. Keduanya merupakan bagian dari ilmu arsitektur dan bangunan untuk mengapresiasi kondisi alam serta lingkungan.

Melihat pentingnya hal itu, Ralali.com menginisiasi kegiatan DIKONTUR (Diskusi Seputar Konstruksi dan Arsitektur) untuk membahas isu dan permasalahan seputar dunia konstruksi dan arsitektur.

Pada kegiatan yang bertema “Design for Nature Harmonization” ini, Co-Founder sekaligus Creative Director Dari KYKY Architecture, Kwok Yongky, memaparkan berbagai analisis dari sudut pandang feng shui, desain interior, dan desain arsitektur serta utamanya teknik green design.

Selain itu ada Fendy Wardana, Head of Marketplace Ralali.com, yang membahas mengenai dunia teknologi masa kini dan pengaruhnya pada bisnis properti. Lalu, ilmu basic fengshui diperkenalkan langsung oleh Margaret Lie, Co-Founder dari Margaret Consultan.

“Arsitektur adalah bagian dari lingkungan, semuanya bermula dari manusia dan alam. Oleh karena itu arsitektur harus selaras dengan lingkungan, bukan mengeksploitasi tempat ia berada,” ungkap Kwok Yongky ketika ditanya mengenai arsitektur hijau.

Menanggapi pendapat Kwok Yongky, Fendy Wardana menambahkan bahwa pengaplikasian green design dapat terjadi dengan menggunakan bahan bangunan yang sesuai dan mudah untuk dicari. Kehadiran Ralali.com sebagai marketplace yang menyediakan building materials seharusnya dapat mempermudah mereka yang bergerak di bisnis properti untuk memperoleh bahan bangunan.

Diskusi panas mengenai sinergi manusia, alam, dan bangunan ditutup dengan penjelasan Margaret Lie mengenai ilmu feng shui dan bagaimana Qi (cosmic energy) bisa digunakan untuk mengoptimalisasi lingkungan hidup dan kerja.

“Dalam konstruksi bangunan, feng shui digunakan untuk menentukan lokasi dan waktu yang cocok untuk melakukan pembangunan. Secara umum, setiap pembuatan rumah harus memperhatikan hal-hal yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan penghuni rumah,” jelas Margaret.

Margaret juga menambahkan bahwa para kontraktor sudah seharusnya untuk mengerti kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta memahami situasi yang terjadi di masyarakat agar dapat membantu klien untuk bekerja lebih maksimal dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Melihat tingginya antusiasme pada DIKONTUR yang diselenggarakan perdana pada 25 Maret 2018 di Apiary Co-Working Space, Ralali.com berencana untuk melaksanakan diskusi-diskusi selanjutnya untuk mengupas teknik, isu, dan ilmu terbaru dalam dunia desain, arsitektur, dan konstruksi.