Tanggapan BI soal Postur RAPBN 2018

MONITOR, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai asumsi makro yang diajukan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 lebih sehat.

"Saya melihat asumsi (RAPBN), itu baik dan betul-betul mengarah kepada postur yang sehat," kata Agus di Jakarta, Rabu (16/8).

Dia menjelaskan asumsi inflasi pada 2018 yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 3,5 persen sesuai dengan apa yang direncanakan oleh Bank Indonesia untuk tahun depan.

Kemudian, lanjut Agus, langkah yang diambil pemerintah sangat tepat dengan menurunkan rencana defisit fiskal tahun 2018 yang berada di kisaran 2,19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang sebelumnya pada 2017 defisit dijaga berada pada kisaran 2,67 persen.

Dia juga menyambut baik komitmen pemerintah untuk menurunkan perkiraan keseimbangan primer pada 2018 yang sebesar minus Rp78,4 triliun dari sebelumnya minus Rp144,3 triliun pada 2017.

"Sedangkan rasio utang total pemerintah ke luar negeri dan dalam negeri terhadap 'GDP' yang ada di kisaran 28 persen disampaikan tidak akan lebih dari 30 persen," ujarnya.

Sementara asumsi harga minyak mentah yang dicantumkan dalam RAPBN 2018 sebesar 48 dolar AS per barel masih di bawah perkirakan Bank Indonesia yang berada di 52 dolar AS per barel.

"Jadi itu menunjukan kondisi yang cukup konservatif, nilai tukar di Rp13.500 itu pun bisa kami terima," pungkasnya.