Tahun Politik, Indonesia Didorong Perbaiki Sektor Perekonomian

MONITOR, Jakarta – Memasuki Tahun Politik, Indonesia memiliki berbagai peluang dan tantangan dalam berinvestasi di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepanjang tahun ini.

Seiring hal tersebut, Chief Executive Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro mengatakan, seiring dengan dinamika pasar finansial global yang juga membawa pengaruh terhadap situasi ekonomi nasional.

"Tahun ini merupakan tahun yang menarik, dimana keputusan finansial dan berinvestasi akan seringkali dipengaruhi nuansa politik, mengingat adanya Pilkada dan musim Pemilu yang segera berlangsung," katanya.

Namun dengan fundamental yang kuat, dia meyakini PDB nasional di tahun ini akan terus bertumbuh, apalagi didorong oleh konsumsi swasta dan investasi.

"Dengan melihat peluang dan landasan yang kuat tersebut, kami terus mencari solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi bagi nasabah melalui produk-produk inovatif Bank.” jelasnya.

Selain itu, Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra, mengatakan, pada tahun 2018, ada beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan PDB.

"Pertama, kami berpandangan pengeluaran fiskal kemungkinan akan tetap ekspansif. Dengan target defisit anggaran yang cukup konservatif yaitu 2,2 persen dari PDB, kami percaya bahwa pemerintah memiliki ruang untuk meningkatkan pengeluaran sejalan dengan membaiknya prospek penerimaan pajak," katanya.

Kedua, pihaknya mengharapkan konsumsi swasta relatif stabil di tahun ini yang didukung oleh tersediannya lapangan pekerjaan, inflasi yang terkendali, dan terjaganya stabilitas keuangan.

Lalu, pihaknya juga percaya investasi swasta, baik domestik maupun asing, akan mampu meningkat di tengah membaiknya keseluruhan iklim ekonomi. Negara juga tengah membuat reformasi ekonomi yang mampu mendorong investasi dan meningkatkan peran sektor swasta.

"Hal ini tercermin dalam naiknya peringkat Indonesia dalam survei Ease of Doing Business oleh Bank Dunia di tahun lalu.” kata Aldian.